Pilih Pemimpin yang Pro Rakyat, SBS HMS Berobat Gratis dan Buat Kebun Untuk Petani

20241113 170823

RaebesiNews.com – Menjelang pemungutan suara Pilkada Malaka 27 November 2024, masyarakat Malaka perlu diberikan edukasi politik.

Hal ini bertujuan agar masyarakat Malaka tidak boleh salah memilih pemimpin. Ini juga berkaitan dengan masa depan masyarakat Malaka 5 tahun ke depan.

Kabupaten Malaka secara umum masyarakatnya adalah petani, nelayan dan peternak. Setidaknya 80% populasi di Malaka berprofesi sebagai petani.

Perlu diakui, tanah Kabupaten Malaka paling subur di daratan Timor Barat. Tidak heran, bertani dab beternak adalah yang paling cocok digeluti di Kabupaten Malaka.

Namun perlu diakui juga bahwa sistem pertanian di Kabupaten Malaka pada umumnya masih tradisional. Penggunaan alsintan belum terlalu banyak dipakai. Hal ini karena pemerintah belum fokus membantu para petani mengolah lahan tidur milik petani. Selain itu, belum maksimalnya pendampingan untuk para petani agar bertani secara modern.

Pada Pilkada 2024 kali ini,  hadir pasangan calon bupati dan wakil bupati yang memberi solusi untuk kesejahteraan rakyat Malaka.

Paslon SBS HMS, hadir dengan program unggulan di bidang pertanian dan kesehatan.

Di bidang pertanian, SBS HMS fokus olah lahan milik petani menggunakan traktor dan di daerah pegunungan memakai exavator.

Selain itu, SBS HMS juga menyiapkan SDM yang terampil untuk mendampingi para petani. Hal ini bertujuan untuk mewujudkan pertanian yang modern dan berkelanjutan dengan hasil yang memuaskan.

“Saya tidak janji,  tapi di zaman saya memimpin Kabupaten Malaka sebagai bupati perdana,  saya sudah melakukannya dan masyarakat Malaka menikmati hasilnya. Saya bikin kebun untuk rakyat dan rakyat (petani) sudah menikmati hasilnya. Kali ini, kita akan genjot lagi. Rakyat Malaka tidak boleh lapar di tanah yang subur,” ujar SBS dalam setiap kesempatan bertemu dengan masyarakat Kabupaten Malaka.

Selain di bidang pertanian, SBS HMS juga memprioritaskan aspek kesehatan untuk masyarakat Kabupaten Malaka seluruhnya.

Mantan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT ini bertekad akan mengembalikan program berobat gratis cukup menggunakan e-ktp.

“Masyarakat Malaka ini pada umumnya adalah petani, peternak dan nelayan. Sudah pasti taraf hidup masyarakatnya juga rendah sekali. Oleh karena itu, untuk urusan pemeliharaan kesehatannya, Pemda Malaka wajib gratiskan. Kita siapkan anggarannya, tenaga medisnya dan dokter spesialis, lengkap di Puskesmas dan rumah sakit. Untuk rakyat, tidak boleh tidak ada uang dan tidak ada kata mahal,” ungkap Stefanus Bria Seran (SBS).

Untuk saat ini, pelayanan di fasilitas kesehatan yang ada di Malaka dinilai belum maksimal.

Banyak keluhan dari masyarakat terutama para petani dan kaum marginal.

“Kami kalau ke rumah sakit takut dirujuk ke Atambua atau Kupang. Kalau rujuk biaya lebih besar dan risikonya tinggi sekali,” ungkap beberapa masyarakat Malaka saat SBS dan HMS berkunjung.

“Pilih SBS HMS, dalam waktu 6 bulan kami bereskan bidang kesehatan,” kata SBS. ***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Exit mobile version