RaebesiNews.com – Massa kampanye sudah dan sementara berlangsung untuk Pilkada Malaka 2024.
Para pasangan calon bupati dan wakil bupati serta para tim dari partai pengusung juga giat melakukan kampanye di masyarakat.
Berbagai program menarik ditawarkan kepada masyarakat saat kampanye berlangsung.
Namun, dari tiga paket yang bersaing, SN FBN, SBS HMS dan KITA EBA, hanya paslon SBS HMS yang peduli dengan kebutuhan air bersih masyarakat Kabupaten Malaka pada umumnya.
Hal ini dituangkan dalam program prioritas yang siap dilaksanakan apabila terpilih nanti pada Pilkada 2024 27 November mendatang.
Paslon SBS HMS dalam setiap kesempatan selalu menekankan pentingnya distribusi air bagi masyarakat di pegunungan yang sulit mendapatkan air bersih.
Menurut Stefanus Bria Seran (SBS) kebutuhan air bersih sangat vital untuk keberlangsungan hidup dalam masyarakat dan rumah tangga.
“Bagaimana kita mau wisata ke pantai kalau air saja sulit diperoleh. Di zaman saya memimpin (2016 – 2021), kebutuhan air bersih masyarakat Malaka terpenuhi. Ini soal kepedulian pemimpin terhadap rakyatnya,” ungkap SBS dalam setiap orasi politiknya.
Stefanus Bria Seran (SBS) sangat menyayangkan banyak mobil tangki air di setiap kecamatan yang parkir dan tidak beroperasi untuk kebutuhan masyarakat.
“Saya pantau, banyak bahkan hampir semua mobil tangki di kecamatan yang parkir dan tidak beraktivitas. Ini fatal sekali karena musim kemarau begini, masyarakat di pegunungan susah air. Air bersih itu vital sekali,” ujar Stefanus Bria Seran.
Kata Stefanus Bria Seran, hal ini disebabkan karena pemimpin tidak tahu mengelola keuangan daerah, sehingga tidak bisa menjawab kebutuhan rakyatnya.
“Ini karena pemimpin tidak ada hati nurani dan tidak tahu mengelola keuangan daerah. Kasian sekali, rakyat harus beli air dari tangki yang harganya mahal,” kata Stefanus Bria Seran.
Stefanus Bria Seran juga menyampaikan bahwa apabila paslon SBS HMS terpilih menjadi pemimpin di Kabupaten Malaka, maka kebutuhan air bersih dapat diatasi dengan berbagai solusi.
“Kita akan perbanyak lagi mobil tangki air sehingga masyarakat tidak boleh kesulitan memperoleh air bersih. Kita layani gratis karena untuk rakyat tidak boleh ada kata mahal dan tidak boleh bilang tidak ada,” ungkap Stefanus Bria Seran.
Selaras dengan Stefanus Bria Seran (SBS), masyarakat di Kecamatan Io Kufeu, Sasitamean, Malaka Timur, Botin Leobele dan Laenmanen mengeluh soal air bersih.
Menurut pengakuan mereka, untuk mendapat air bersih, mereka harus mengeluarkan uang seratus sampai dua ratus ribu rupiah. ***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
