Tiga Pemain Diaspora Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia, Ini Kata Erick Thohir

Screenshot 20250804 220620 Instagram 2003432068

RAEBESINEWS.COM – Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengungkapkan bahwa sejumlah pemain keturunan telah diajukan untuk proses naturalisasi guna memperkuat Timnas Indonesia menghadapi putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Erick menyampaikan hal ini saat bertemu dengan Menteri Hukum dan HAM RI, Supratman Andi Agtas, pada Senin (4/8/2025).

Erick menjelaskan bahwa nama-nama pemain tersebut sedang dikonsultasikan agar segera bisa menjalani proses pengambilan sumpah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).

Baca Juga: BMKG Ingatkan Waspada Angin Kencang di NTT, Hujan Lebat Ancam Sejumlah Wilayah Indonesia

“Kami juga menyampaikan beberapa nama baru sekaligus mengkonsultasikan agar bisa menjalani proses pengambilan sumpah sebagai WNI untuk memperkuat Timnas Indonesia,” kata Erick melalui akun Instagram resminya.

Meski belum mengungkap secara rinci siapa saja yang akan dinaturalisasi, beredar rumor bahwa tiga pemain diaspora yang masuk radar PSSI adalah Mauro Zijlstra, Jairo Riedewald, dan Miliano Jonathans.

Timnas Indonesia Hadapi Lawan Berat di Putaran Keempat

Baca Juga: Pemerintah Siapkan 240 Ribu Formasi PPPK 2025 untuk Perkuat Koperasi Desa Merah Putih

Di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, Timnas Indonesia akan bersaing ketat melawan tim-tim kuat seperti Irak dan Arab Saudi.

Hanya juara grup yang akan lolos langsung ke putaran final Piala Dunia 2026. Sementara posisi runner-up harus melalui babak playoff interkontinental.

Oleh karena itu, penambahan kekuatan melalui naturalisasi pemain diaspora dinilai penting untuk meningkatkan performa dan daya saing skuad Garuda.

Baca Juga: Pemblokiran Rekening Dormant Turunkan Transaksi Judol hingga 70%, PPATK Buka Blokir 30 Juta Rekening

PSSI Segera Gulirkan Liga 3 dan Liga 4 Berjenjang

Dalam kesempatan yang sama, Erick Thohir juga melaporkan kepada Menkumham mengenai statuta baru PSSI, terutama terkait penyelenggaraan kompetisi Liga 3 dan Liga 4 Indonesia.

“Liga 4 akan diselenggarakan di level kabupaten dan kota untuk memperebutkan Piala Bupati atau Wali Kota. Kemudian, Liga 3 akan digelar di level provinsi memperebutkan Piala Gubernur. Sedangkan level nasional akan memperebutkan Piala Presiden,” jelas Erick.

Baca Juga: Bank Nasional dan Daerah Tegaskan Dana Nasabah Aman di Tengah Penataan Rekening Dormant

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen PSSI dalam membangun sistem sepak bola nasional yang terstruktur dari akar rumput hingga level profesional.***

 

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Exit mobile version