Video Kiriman Warga Bikin Prabowo Berkaca-Kaca di Acara BI 2025, Isi Videonya Bikin Merinding

IMG 20251129 WA0057 694098898 1

RAEBESINEWS.COM – Suasana Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2025 mendadak hening ketika Presiden RI Prabowo Subianto menghentikan pidatonya untuk memutar sebuah video kiriman masyarakat.

Video itu menampilkan perjuangan ekstrem anak-anak di daerah terpencil yang setiap hari mempertaruhkan nyawa demi bisa bersekolah.

Dalam visual yang ditampilkan, tampak anak-anak kecil harus bergelantungan di seutas tali untuk menyeberangi sungai.

Ada pula yang terpaksa menantang arus deras hingga pakaian mereka basah kuyup, bahkan menggunakan potongan styrofoam sebagai pelampung untuk menyeberangi sungai besar.

Baca Juga: Dari Video Haru ke Status PPPK: Kisah Guru PAUD Asnat yang Bikin Presiden Turun Tangan

“Saya minta dipaparkan anak-anak yang nyebrang sungai,” ucap Prabowo sambil menatap layar, Jumat malam (28/11).

Ketika gambar-gambar itu muncul, Prabowo tampak terdiam dan berkaca-kaca. Ia mengikuti tiap detik video dengan seksama.

“Ini adalah anak-anak yang tiap hari sekolah harus nyebrang sungai. Mereka mempertaruhkan nyawa untuk sekolah,” ujar Prabowo dengan suara bergetar.

Baca Juga: Guru PAUD di Pelosok NTT Resmi Jadi PPPK Setelah Videonya Direspons Presiden Prabowo

Video itu juga memuat seruan lirih seorang anak sekolah.

“Kami keseringan dihambat banjir di saat kami pergi ke sekolah. Kami mohon kepada Bapak bangunkan jalan kami. Karena kami tersiksa kalau pergi ke sekolah,” kata anak tersebut.

Prabowo kemudian menegaskan bahwa kondisi ini tidak boleh dibiarkan.

Baca Juga: Momen Hangat Prabowo–Ratu Máxima: Batik Pekalongan, Miniatur Tongkonan, hingga Jersey Khusus untuk Bobby

Ia menyebut terdapat sekitar 300 ribu titik penyeberangan dan jembatan di Indonesia yang membutuhkan perbaikan.

“Angka pertumbuhan sangat bagus. Tapi rakyat kita, tiap hari anak-anak masuk sungai, basah. Duduk di kelas basah, pulang kembali basah,” katanya.

Untuk mengatasi kondisi darurat itu, Prabowo langsung membentuk Satgas Darurat Pembangunan Jembatan.

Baca Juga: Prabowo Perintahkan Operasi Tanggap Darurat Nasional: A400 Diterbangkan Bawa Bantuan Prioritas untuk Ibu, Bayi, dan Lansia

“Kita sebagai pengelola negara harus berpikir yang terbaik. Untuk itu saya bentuk Satgas Darurat,” ujarnya.

Ia juga meminta keterlibatan generasi muda dari universitas teknik di seluruh Indonesia melalui koordinasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

“Saya minta mahasiswa tingkat 2, 3, 4 teknik sipil untuk terjun ke desa-desa, merancang dan membantu membuat jembatan tersebut,” tegasnya.

Baca Juga: Instruksi Tengah Malam Prabowo, Empat Pesawat Langsung Mengudara—Ada Apa?

Prabowo menginstruksikan TNI dan Polri mengirim seluruh satuan konstruksi dan unit teritorial untuk mendukung pembangunan jembatan rakyat itu.

“Saya minta semua batalyon teritorial, kompi konstruksi, turun ke desa-desa. Cari titik-titik. Saya minta ini diselesaikan dalam waktu sesingkat-singkatnya,” ujarnya.

Di akhir pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa negara harus mendengar jeritan anak-anak tersebut.

Baca Juga: Ratusan Tenda, Perahu Karet, dan Genset Terbang ke Sumatera, Seberapa Parah Situasinya?

“Anak-anak kita teriak. Kita harus jawab.”***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Exit mobile version