RAEBESINEWS.COM – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan pidato penuh haru dan emosi di hadapan para hakim dalam acara pengukuhan 1.451 hakim Mahkamah Agung yang digelar di gedung Mahkamah Agung, Jakarta.
Suara Prabowo bergetar saat menekankan pentingnya keadilan bagi rakyat kecil dan peran strategis hakim dalam menjaga integritas hukum Indonesia.
Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti ketimpangan akses terhadap keadilan antara masyarakat kaya dan masyarakat miskin.
Baca Juga: Gerak Cepat Pemkab Malaka: Genangan Air di Depan Terminal Betun Langsung Dikuras
Ia menegaskan bahwa rakyat kecil hanya dapat menggantungkan harapan pada hakim-hakim yang adil, bersih, dan tak dapat disuap.
“Orang miskin, orang kecil, hanya bisa berharap kepada hakim-hakim yang adil,” ucap Prabowo dengan suara tertahan, disambut haru hadirin.
Presiden Prabowo menyampaikan bahwa hakim bukan sekadar pejabat negara, melainkan benteng terakhir keadilan bagi masyarakat yang tak memiliki uang, kuasa, atau pengaruh. Ia menegaskan bahwa hukum harus menjadi pelindung, bukan alat ketidakadilan.
Baca Juga: Komunitas Fitun Malaka Gandeng Dekranasda Gelar Pelatihan Tenun dan Pewarna Alami di Betun
“Hakim yang tidak bisa disogok. Hakim yang tidak bisa dibeli. Hakim yang cinta keadilan. Hakim yang cinta rakyat,” tegas Prabowo dengan penuh semangat.
Dalam momen tersebut, Prabowo juga mengumumkan langkah strategis pemerintah dengan menaikkan gaji seluruh hakim di Indonesia yang telah tertunda selama 18 tahun.
Kebijakan ini diambil untuk meningkatkan kesejahteraan hakim dan memperkuat integritas peradilan.
Baca Juga: Lima Daerah Tersubur di NTT, Malaka Masuk Daftar Berkat Irigasi Benenain
Ia menyebut bahwa masih banyak hakim yang hidup dalam keterbatasan, meskipun memegang tanggung jawab besar dalam menjaga keadilan bangsa.
Prabowo juga menyoroti bahwa kerja keras aparat penegak hukum seperti polisi dan tentara akan sia-sia jika putusan pengadilan tidak adil. Ia menyebut bahwa pengadilan yang tidak berpihak pada keadilan justru membuka peluang bagi koruptor dan pelaku kejahatan lolos dari jeratan hukum.
“Percuma kita punya polisi yang hebat, tentara yang hebat, kalau koruptor, maling uang rakyat bisa lolos di pengadilan,” ucapnya lantang.
Baca Juga: Mulut Besar, Kerja Nol: Ketua JAS SN FBN Ketahuan Sebar Hoaks Soal Pertanian di Malaka
Dalam salah satu bagian pidatonya, Prabowo menoleh ke arah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang turut hadir dan berkata, “Kasihan ini anak buahmu, Kapolri.”
Kalimat tersebut menjadi simbol keprihatinan terhadap aparat penegak hukum yang telah bekerja keras, namun merasa hasilnya tak maksimal tanpa dukungan pengadilan yang adil.
Pidato emosional Presiden Prabowo Subianto ini menjadi momen penting dalam menegaskan komitmen pemerintah terhadap reformasi sistem hukum di Indonesia.
Baca Juga: Bertugas Layani Rakyat, Malah Hina Difabel: Oknum ASN Puskesmas Nurobo Dipolisikan
Dengan menekankan peran strategis hakim dan memberikan dukungan konkret seperti kenaikan gaji, Prabowo mengirim pesan kuat bahwa keadilan bukan hanya prinsip, tetapi harus menjadi praktik nyata dalam setiap sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
