Rumah Dijarah Massa, Menkeu Sri Mulyani Sampaikan Permintaan Maaf dan Pesan Menyentuh

Screenshot 20250901 185624 Google 3559368364

RAEBESINEWS.COM – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan permintaan maaf kepada publik usai rumah pribadinya di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan, dijarah massa pada Minggu (31/8/2025).

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @smindrawati, Senin (1/9), Sri Mulyani mengakui masih banyak kekurangan dalam menjalankan tugas sebagai pejabat negara.

Ia berkomitmen untuk terus memperbaikinya demi Indonesia.

Baca Juga: Prabowo Beberkan Fakta Mengejutkan soal Korban Ricuh Demo di Jakarta

“Kami mohon maaf, pasti masih banyak sekali kekurangan. Bismillah, kami perbaiki terus menerus. Semoga Allah SWT memberkahi dan melindungi Indonesia. Jangan pernah lelah mencintai Indonesia,” tulisnya.

Ucapan Terima Kasih dan Refleksi

Sri Mulyani juga mengucapkan terima kasih atas simpati, doa, dan dukungan moral yang diberikan masyarakat usai peristiwa tersebut.

Baca Juga: Kunjungi RS Polri, Prabowo Umumkan Kenaikan Pangkat untuk Polisi Korban Demo

Menurutnya, musibah itu adalah risiko yang harus diterima sebagai pejabat negara karena kebijakan yang diambil tak selalu sejalan dengan keinginan semua pihak.

Ia menegaskan, membangun bangsa adalah perjuangan panjang yang kerap penuh risiko. Namun, semua harus dijalankan dengan etika dan moralitas, bukan dengan kekerasan atau anarki.

Demokrasi dan Kritik Publik

Sri Mulyani menjelaskan bahwa setiap kebijakan negara lahir melalui proses demokratis, melibatkan pemerintah, DPR, DPD, hingga partisipasi publik. 

Baca Juga: 5 Anggota DPR Tetap Aktif Meski Dinonaktifkan Partai, Ketua Banggar Ungkap Alasannya

Karena itu, apabila ada ketidakpuasan, mekanisme konstitusional tersedia, mulai dari uji materi di Mahkamah Konstitusi hingga gugatan ke pengadilan.

“Tugas kita memperbaiki kualitas demokrasi dengan cara beradab, bukan dengan anarki, intimidasi, serta represi,” ujarnya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu juga menegaskan bahwa dirinya menjalankan tugas dengan amanah, integritas, profesionalisme, serta prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Baca Juga: Prabowo Melayat ke Rumah Duka Ojol Affan, Janji Usut Tuntas dan Tegakkan Keadilan

Menghargai Kritik

Sri Mulyani menyebut kritik, sindiran, hingga makian yang diterimanya akan dijadikan bahan pembenahan diri. 

Menurutnya, masukan dari masyarakat, termasuk dari akademisi, pelaku usaha, hingga netizen, adalah bagian dari proses membangun bangsa.

“Itu adalah bagian dari proses membangun Indonesia,” tambahnya.

Baca Juga: Prabowo Umumkan Kejutan: Anggota DPR Bermasalah Bakal Dicopot Serentak 1 September

Ajakan Menjaga Indonesia

Menutup pernyataannya, Sri Mulyani mengajak masyarakat tetap menjaga persatuan dan menyalurkan aspirasi secara damai.

“Mari kita jaga dan bangun Indonesia bersama, tidak dengan merusak, membakar, menjarah, memfitnah, pecah belah, kebencian, kesombongan, dan melukai perasaan publik,” pungkasnya.***

 

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Exit mobile version