Prabowo Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Tetap Jalan, Dapur Dilengkapi Sterilisasi dan Test Kit

IMG 20250929 WA0047 3014542920

RAEBESINEWS.COM – Presiden RI Prabowo Subianto memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan terus berjalan meski sempat diwarnai insiden keracunan makanan di sejumlah daerah.

Menurutnya, program yang telah digulirkan sejak awal 2025 ini terbukti memberi manfaat luas bagi masyarakat.

“Anak-anak kita harus cukup makan, maka Makan Bergizi Gratis berjalan terus. Alhamdulillah hari ini sudah hampir mencapai 30 juta penerima manfaat,” kata Prabowo saat meninjau pelaksanaan MBG di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, Senin (29/9).

Baca Juga: Prabowo Perintahkan Evaluasi Total Program MBG: Keselamatan Anak Nomor Satu

Prabowo mengakui masih ada kekurangan teknis di lapangan. Karena itu, pemerintah akan memperketat standar kebersihan dan keamanan makanan mulai dari proses memasak hingga distribusi.

“Semua dapur nanti harus dilengkapi alat cuci ompreng dengan ultra violet, gas, atau air panas. Filter air wajib ada, begitu juga test kit sebelum makanan dikirim. Semua dapur harus memiliki tukang masak terlatih,” tegas Presiden.

Ia juga menyebutkan bahwa tingkat deviasi pelaksanaan MBG terbilang sangat kecil.

Baca Juga: Prabowo Perintahkan Investigasi Kasus Keracunan Program Makan Bergizi Gratis, Dapur Bermasalah Ditutup

“Secara statistik, penyimpangan itu hanya 0,000017%. Itu bukan kesengajaan, melainkan bagian dari evaluasi yang terus kita benahi,” tambahnya.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menegaskan bahwa keselamatan anak merupakan prioritas utama dalam pelaksanaan MBG. Menurutnya, perhatian Presiden terhadap insiden yang terjadi sangat serius.

“Bagi pemerintah, keselamatan anak adalah prioritas utama. Insiden bukan sekadar angka, melainkan menyangkut generasi penerus,” kata Zulhas usai rapat koordinasi di Kementerian Kesehatan.

Baca Juga: Keracunan Massal Bayangi Program MBG, Begini Respons Tegas Presiden Prabowo

Langkah perbaikan yang sedang dijalankan pemerintah meliputi:

  • Penutupan sementara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bermasalah.
  • Evaluasi kedisiplinan dan peningkatan pelatihan juru masak.
  • Sterilisasi peralatan dapur serta perbaikan sanitasi, kualitas air, dan alur limbah.

Zulhas menambahkan, seluruh kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah diminta aktif melakukan pengawasan. “Tidak boleh menunggu, semua pihak harus ikut memastikan perbaikan berjalan,” tegasnya.

Baca Juga: Banyak Kepala Negara Telepon Prabowo Usai Pidato di PBB, Apa yang Mereka Sampaikan?

Dengan pengawasan ketat dan pembenahan di lapangan, pemerintah berharap program Makan Bergizi Gratis tetap aman, sehat, dan berkelanjutan.

“Anak-anak Indonesia harus tumbuh sehat dan kuat. Itu tujuan utama kita,” pungkas Prabowo.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Exit mobile version