Prabowo Bangun Tanggul Laut 535 Km di Pantura: Benteng Raksasa Selamatkan 50 Juta Warga dari Ancaman Air Laut

IMG 20251021 WA0014 2034441067 1

RAEBESINEWS.COM – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengumumkan rencana besar pembangunan tanggul laut raksasa sepanjang 535 kilometer di kawasan pantai utara (Pantura) Jawa, sebagai langkah strategis untuk melindungi sekitar 50 juta warga dari ancaman kenaikan air laut akibat perubahan iklim.

Rencana tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna (SKP) yang digelar tepat di hari satu tahun pemerintahan Prabowo–Gibran, di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10).

“Kita sudah mulai persiapan untuk membangun 535 km tanggul laut di pantai utara Jawa. Ini untuk menyelamatkan 50 juta penduduk,” ujar Prabowo dalam arahannya.

Baca Juga: Prabowo Ungkap: 20 Tahun Negara Rugi Rp800 Triliun Akibat Praktik Ilegal SDA

Presiden menegaskan, kenaikan permukaan air laut yang mencapai sekitar 5 cm per tahun menjadi ancaman nyata bagi kawasan Pantura wilayah yang menjadi pusat industri nasional, jalur logistik vital, serta lumbung pangan utama Indonesia.

“Air laut naik 5 cm setahun. Jadi harus segera kita selamatkan ini. Karena di pantai utara Jawa, industri kita juga banyak berada di sana,” lanjutnya.

Menurut Prabowo, proyek tanggul laut ini bukan hanya soal infrastruktur fisik, tetapi juga perlindungan terhadap masa depan ekonomi dan ketahanan pangan nasional.

Baca Juga: BLT Kesra dan Magang Nasional Diluncurkan, Begini Strategi Pemerintah Bantu Rakyat dan Anak Muda

Puluhan ribu hektare sawah produktif di sepanjang pesisir utara Jawa terancam tenggelam jika langkah antisipatif tidak segera dilakukan.

“Puluhan ribu hektare sawah-sawah subur juga harus kita selamatkan. Ini menunjukkan bahwa kita berada di jalan yang benar,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo juga menyinggung filosofi dasar kepemimpinannya bahwa keberhasilan negara tidak lepas dari niat tulus dan keberanian dalam melindungi rakyat.

Baca Juga: Prabowo Pulangkan Rp13,25 Triliun Uang Negara, Dana Akan Dipakai untuk Sekolah dan Fasilitas Publik

“Menjalankan pemerintahan sebenarnya tidak terlalu rumit. Awalnya harus dari niat – niat yang baik, niat sungguh-sungguh untuk menjalankan amanat rakyat,” ungkapnya.

 

Ia menambahkan, setiap pemimpin harus memiliki komitmen untuk melindungi rakyat dari segala bentuk ancaman baik itu kemiskinan, kelaparan, penyakit, bencana alam, maupun gangguan keamanan.

“Kita diberi kekuasaan oleh rakyat untuk melindungi rakyat dari semua bahaya kemiskinan, kelaparan, penyakit, badai, bencana, hingga serangan dari luar,” pungkasnya.***

 

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Exit mobile version