Momen Prabowo Ingatkan Kepala Daerah: Jangan Korbankan Waktu Belajar Demi Sambut Presiden

IMG 20251121 WA0019 3118748823

RAEBESINEWS.COM – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan imbauan kepada seluruh kepala daerah agar tidak lagi mengerahkan siswa untuk menyambut kedatangannya setiap kali melakukan kunjungan kerja.

Hal itu disampaikan Prabowo saat meresmikan jembatan, underpass, dan flyover di Bantul, Yogyakarta, Rabu (19/11).

Prabowo mengaku khawatir kegiatan belajar para siswa terganggu hanya demi menyambut rombongan presiden. Ia juga menyoroti kondisi cuaca panas yang dapat membahayakan kesehatan anak-anak.

Baca Juga: Bukan Sekadar Infrastruktur: Pesan Penting Prabowo di Balik Peresmian Jembatan Kabanaran

“Terima kasih saya disambut oleh rakyat dan banyak anak-anak sekolah. Saya terkesan, tapi kasihan juga. Mereka berdiri lama di panas,” ujar Prabowo.

Ia meminta Sekretaris Kabinet segera mengirimkan surat edaran ke seluruh bupati dan wali kota agar siswa tidak lagi diwajibkan menunggu di pinggir jalan.

“Biarlah mereka di sekolah masing-masing. Kalau mereka mau lihat, bisa dari televisi. Kalau saya mau periksa, saya akan masuk ke ruang kelas,” lanjutnya.

Baca Juga: Prabowo dan Sri Sultan Satu Mobil “Maung” Saat Menuju Peresmian Jembatan Banaran

Meski begitu, Prabowo mengaku tetap terharu melihat antusiasme masyarakat dan para pelajar setiap dirinya berkunjung.

Namun ia menilai keselamatan dan hak belajar anak-anak lebih penting.

“Saya senang lihat wajah rakyat, wajah anak-anak itu bikin saya tambah semangat. Tapi saya kasihan kalau mereka menunggu lama di bawah terik matahari,” ujarnya.

Baca Juga: Isi Pertemuan Presiden Prabowo–Dasco Terungkap: Banyak Agenda Strategis

Prabowo juga menjelaskan bahwa iring-iringan kendaraan kepresidenan biasanya bergerak cepat, membuatnya sulit menyapa langsung warga yang telah menunggu.

 

Ia kembali menegaskan bahwa waktu belajar siswa tidak boleh terganggu oleh kegiatan penyambutan tersebut.

Dalam kunjungan itu, Prabowo meresmikan Jembatan Kabanaran yang menghubungkan Kabupaten Kulonprogo dan Bantul di wilayah selatan Yogyakarta. 

Baca Juga: Prabowo Tegaskan Pemerintah Bertanggung Jawab Penuh atas MBG, Perketat Pengawasan demi 0 Penyimpangan

Infrastruktur strategis di jalur Lintas Pantai Selatan (Pansela) Jawa ini diproyeksikan memperlancar arus transportasi, mengurangi kemacetan, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi kawasan.

Jembatan Kabanaran juga mendapat perhatian karena memadukan unsur budaya lokal melalui elemen gunungan, rumah joglo, dan motif batik pada desainnya.

Selain itu, jembatan ini mencatatkan Rekor MURI sebagai jembatan terpanjang di Yogyakarta yang menggunakan material corrugated steel atau baja bergelombang yang meningkatkan kekuatan struktur.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *