RAEBESINEWS.COM – Nama Kompol Cosmas Kaju Gae, perwira Brimob asal Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), tengah menjadi sorotan usai diduga terlibat dalam insiden yang menewaskan driver ojek online (ojol), Affan Kurniawan, saat demonstrasi di Jakarta.
Kompol Cosmas diketahui memiliki rekam jejak panjang di Korps Bhayangkara sejak tahun 1996.
Ia lahir di Kampung Laja, Kecamatan Golewa, Ngada, pada 1975, dan kini menjabat sebagai Danyon Resimen IV Korbrimob Polri.
Baca Juga: 100 Brimob NTT Diterbangkan ke Jakarta, Ada Apa?
Karier dan Pengabdian
Menurut Ketua Ikatan Keluarga Ngada (Ikada), Sipri Radho Toly, Cosmas pernah ditugaskan di berbagai daerah operasi rawan, baik dalam negeri maupun luar negeri. Beberapa di antaranya:
- Tergabung dalam Pasukan Garuda di Lebanon dalam misi perdamaian PBB.
- Terjun di Operasi Seroja di Timor-Timur sebelum merdeka.
- Ditugaskan di Papua dalam operasi melawan Tentara Nasional Papua Barat (TNPB).
- Pernah bertugas di Poso dan mengalami luka tembak di bahu kirinya.
Baca Juga: Kompol Cosmas Kaju Gae Dicopot, Bripka Rohmat dan 5 Anggota Brimob Lain Tunggu Sidang
“Dia menjalankan tugas negara dengan penuh dedikasi. Bahkan darahnya pernah tertetes di bumi pertiwi demi NKRI,” kata Sipri, Kamis (4/9/2025).
Keluarga Religius
Cosmas berasal dari keluarga religius. Saudara kembarnya diketahui menjadi pater misionaris di Jerman.
Ia juga dikenal sebagai sosok yang disiplin, taat berdoa, dan dituakan dalam keluarga.
Baca Juga: Polisi Bongkar Jaringan Penghasut Pelajar di Balik Aksi Anarkis Jakarta
“Orang tuanya mendidik mereka dengan baik dalam iman dan relasi sosial. Itu sebabnya, dia tumbuh sebagai pribadi yang disiplin dalam hidup maupun tugas,” jelas Sipri.
Polemik PTDH
Kompol Cosmas baru-baru ini mendapat sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) akibat keterlibatannya dalam kasus tewasnya Affan Kurniawan. Namun, keputusan tersebut mendapat penolakan dari Ikada dan masyarakat Ngada.
Sipri menilai Cosmas tidak sengaja melindas Affan. Saat itu, massa aksi disebut mengepung kendaraan Brimob sehingga personel terpaksa mencari jalan keluar agar tidak dibakar.
Baca Juga: Prabowo Ungkap Temuan Mengejutkan di Balik Aksi Ricuh: Truk Isi Petasan dan Alat Pembakar
“Itu pilihan hidup dan mati dalam menjalankan tugas negara. Bukan kesengajaan,” tegas Sipri.
Ritual Adat Tolak PTDH
Sebagai bentuk solidaritas, Ikada menggelar ritual adat Zia Ura Ngana dengan menyembelih babi di Jalan Bajawa, Kelurahan Fatululi, Kota Kupang. Ritual ini diyakini sebagai doa memohon restu leluhur agar keputusan PTDH dapat ditinjau kembali.
“Kami minta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Presiden Prabowo Subianto, serta atasan hukum Kompol Cosmas agar cermat dalam mengambil keputusan. Dia adalah polisi yang berprestasi, baik di dalam maupun luar negeri,” pungkas Sipri.***
Baca Juga: Prabowo Jenguk Korban Kerusuhan Demo di RS Polri, Beberkan Kondisi Mengkhawatirkan
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
