Dari Desa ke Pasar Tanpa Perantara, Ini Rencana Besar Prabowo untuk Petani

IMG 20251016 WA0014 438890475 1

RAEBESINEWS.COM – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintahannya untuk memperkuat peran koperasi sebagai pusat distribusi hasil produksi masyarakat, terutama di sektor pertanian dan perikanan.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam Forbes Global CEO Conference 2025 yang digelar di Jakarta, Rabu (15/10) malam.

Dalam sesi dialog bersama Chairman dan Editor-in-Chief Forbes, Steve Forbes, Prabowo memaparkan arah kebijakan ekonomi Kabinet Merah Putih yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi rakyat.

Baca Juga: Prabowo Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Berjalan Tanpa Celah

Prabowo menjelaskan, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga simpan pinjam, melainkan akan ditingkatkan menjadi lembaga distribusi pangan dan kebutuhan dasar masyarakat.

Pemerintah menyiapkan berbagai fasilitas modern untuk mendukung peran koperasi desa tersebut.

“Kami akan mendapat tambahan pasokan protein segar dari desa nelayan. Kami kirim ke koperasi karena kami juga membangun, sudah ada 81.000 koperasi desa. Masing-masing punya gudang, cold storage, mini supermarket, apotek desa, klinik, dan lain-lain,” ujar Prabowo.

Baca Juga: Program Makan Bergizi Gratis Indonesia Disorot di Forum Forbes: Beri Makan Setara 7 Singapura Setiap Hari

Menurutnya, setiap koperasi akan diperkuat dengan armada transportasi untuk memudahkan penyaluran hasil produksi masyarakat ke pasar.

“Tiap koperasi diberi pembiayaan dua truk. Semua hasil dikirim ke pasar. Tak ada lagi cerita panen busuk tak terserap,” tegasnya.

“Saya pikir ini masa yang menarik bagi Indonesia. Saya senang melihat mimpi ini menjadi kenyataan.” tambahnya 

Baca Juga: Rasionalisasi Besar-Besaran! Prabowo Targetkan Hanya 200 BUMN Tersisa

Selain penguatan koperasi, Prabowo juga mengungkapkan langkah pemerintahannya untuk membantu petani dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang selama bertahun-tahun terjerat utang lama di perbankan.

 

Ia menceritakan, banyak petani dan pelaku UMKM yang mengeluhkan tidak dapat mengakses pinjaman baru karena masih memiliki utang sejak 25 tahun lalu.

“Saat kampanye, banyak perwakilan petani dan UMKM datang dan berkata: ‘Pak, kami tak bisa dapat pinjaman baru karena utang 25 tahun lalu masih tercatat.’ Setelah saya pelajari, sebagian besar sudah write-off di pembukuan bank,” tutur Prabowo.

Baca Juga: Program Makan Bergizi Gratis Tersendat? BGN Ungkap Sebab Anggaran Rp70 Triliun Tak Terserap

Menurut Prabowo, diperlukan langkah berani dan realistis untuk memulihkan ekonomi rakyat kecil.

“Saya bilang, orang-orang ini 25 tahun tak bisa bayar karena cuaca buruk, bencana alam, dan sebagainya. Tidak mungkin mereka melunasi. Harus realistis. Kami hapuskan utang,” ujarnya.

Prabowo menegaskan, penghapusan utang bukan sekadar keringanan, tetapi merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menggerakkan kembali ekonomi rakyat kecil dan memberi kesempatan baru bagi petani serta pelaku UMKM agar bisa berkembang.***

 

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *