Dua Perawat Perinatologi RSUPP Betun Ikut Pelatihan PICU–NICU untuk Mutu dan Keselamatan Pasien

Screenshot 2025 12 01 11 56 13 34 6012fa4d4ddec268fc5c7112cbb265e7 664753666 3

RaebesiNews.com – RSUPP Betun terus mengambil langkah strategis dalam memperkuat kualitas layanan kesehatan, terutama pada layanan perinatologi, unit yang merawat bayi baru lahir dengan kondisi medis khusus.

Baru-baru ini, dua perawat dari unit tersebut dikirim untuk mengikuti pelatihan peningkatan kompetensi sebagai Perawat PICU (Pediatric Intensive Care Unit) dan Perawat NICU (Neonatal Intensive Care Unit).

Direktris RSUPP Betun, dr. Oktelin Kaswadie, mengatakan bahwa pengiriman perawat ini merupakan bagian dari rencana besar rumah sakit untuk membangun layanan critical care yang lebih kuat dan profesional.

“Seluruh tenaga kesehatan akan kita kirim mengikuti pelatihan secara bertahap untuk meningkatkan skill dan pengetahuan klinis mereka. Selama empat tahun terakhir, kesempatan itu terbatas karena kendala anggaran,” ujarnya.

Pelatihan untuk Keselamatan Pasien (Patient Safety) dan Standar Mutu Rumah Sakit

Pelatihan bagi perawat PICU–NICU sangat vital karena kedua layanan ini menangani pasien dengan kondisi high risk. Perawat di ruang intensif bayi dan anak dituntut menguasai kemampuan seperti:

*Monitoring hemodinamik, yaitu pemantauan kondisi sirkulasi darah dan organ vital secara ketat.

*Manajemen airway (jalan napas), termasuk penggunaan ventilator untuk bayi dan anak.

*Tatalaksana kegawatdaruratan neonatal dan pediatrik, seperti asfiksia dan sepsis.

*Pemberian terapi nutrisi enteral dan parenteral, bagi bayi/anak yang tidak dapat makan secara normal.

“Pelatihan seperti ini sangat penting bukan hanya untuk pemenuhan standar akreditasi, tetapi juga untuk peningkatan mutu dan keselamatan pasien yang kami layani di RSUPP,” jelas dr. Oktelin.

Apresiasi untuk Pemerintahan SBS HMS

dr. Oktelin memberi apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Malaka di bawah kepemimpinan Bupati Stefanus Bria Seran (SBS) dan Wakil Bupati Henri Melki Simu (HMS). Dukungan anggaran dari pemerintah menjadi bahan bakar utama untuk menggerakkan kembali peningkatan kompetensi tenaga kesehatan.

“Kami berterima kasih karena Pemerintahan SBS HMS sangat memperhatikan kebutuhan anggaran RSUPP Betun demi pelayanan kesehatan yang lebih baik kepada masyarakat,” ungkapnya.

Kebutuhan Lanjutan: Dokter Spesialis dan Alat Diagnostik Canggih

Sebagai rumah sakit rujukan di Malaka, RSUPP Betun masih membutuhkan penguatan pada berbagai lini diagnostik dan layanan spesialistik. dr. Oktelin merinci beberapa tenaga ahli yang sangat diperlukan:

1. Spesialis Mata (Oftalmolog) – untuk pelayanan operasi katarak, kelainan refraksi, dan kasus emergensi mata.

2. Spesialis Rehabilitasi Medik (Physiatrist) – untuk penanganan pasca stroke, cedera, dan gangguan fungsi tubuh.

3. Spesialis Patologi Anatomi – untuk pemeriksaan histopatologi, diagnosis kanker, dan analisis jaringan.

Selain SDM, RSUPP Betun membutuhkan peralatan canggih seperti:

1. Mesin Hemodialisa – untuk layanan gagal ginjal kronis.

2. CT Scan (Computed Tomography) – untuk pencitraan detail organ dan kasus trauma.

3. Cath Lab (Catheterization Laboratory) – untuk menangani penyakit jantung dan pembuluh darah.

4. Mammografi – alat skrining kanker payudara yang sangat penting bagi perempuan.

Melangkah Menuju Layanan Rumah Sakit Berstandar Modern

dr. Oktelin menegaskan bahwa dukungan pemerintah daerah tetap menjadi fondasi kuat bagi RSUPP Betun untuk berkembang menjadi rumah sakit modern yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Harapan saya, RSUPP Betun terus didukung melalui alokasi anggaran yang memadai sehingga kami dapat meningkatkan kualitas layanan, menghadirkan dokter-dokter spesialis yang belum ada, dan melengkapi alat kesehatan yang sangat dibutuhkan,” tutupnya.

Dengan penguatan kompetensi SDM, peningkatan standar mutu, serta dukungan pemerintah yang konsisten, RSUPP Betun kini berada pada jalur yang tepat untuk memberikan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan sesuai standar nasional, menuju rumah sakit kebanggaan masyarakat Malaka.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Exit mobile version