RaebesiNews.com – Pujian datang dari seberang lautan. Seorang misionaris asal Kabupaten Malaka yang kini berkarya di Amerika Serikat, Pater Agustinus Seran, SVD, mengaku kagum dengan kemajuan pelayanan di Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan (RSUPP) Betun.
Putra asal Desa Bereliku, Kecamatan Malaka Tengah ini menilai, di bawah kepemimpinan Bupati dr. Stefanus Bria Seran, MPH (SBS) dan Wakil Bupati Henri Melki Simu (HMS), pelayanan kesehatan masyarakat di Malaka mengalami kemajuan luar biasa.
“Saya bangga dan bersyukur melihat perubahan besar di RSUPP Betun. Rumah sakitnya bersih, para petugasnya ramah, banyak dokter ahli, dan semua pelayanan bagi masyarakat dilakukan secara gratis. Ini sangat luar biasa,” ujar P. Agustinus dengan wajah sumringah, Senin (03/11/2025).
Beberapa tahun lalu, saat pulang berlibur ke kampung halamannya, P. Agustinus pernah dirawat di RSUPP Betun. Ketika itu, fasilitas rumah sakit masih terbatas dan pelayanan belum sebaik sekarang. Namun kali ini, ia benar-benar takjub melihat perubahan besar yang terjadi.
“Dulu ketika saya dirawat di sini, rumah sakit masih sederhana. Sekarang berbeda jauh. Ini bukti nyata bahwa Pemerintah Kabupaten Malaka di bawah kepemimpinan SBS–HMS bekerja nyata demi kesehatan rakyat,” ungkapnya.
Kedatangan P. Agustinus kali ini bukan untuk berobat, melainkan menjenguk saudaranya yang sedang sakit. Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi langsung oleh Wakil Bupati Malaka, Henri Melki Simu (HMS).
Menurut HMS, pelayanan gratis di RSUPP Betun adalah implementasi nyata dari kebijakan Bupati SBS untuk menjamin kesehatan masyarakat Malaka tanpa memandang status sosial dan ekonomi.
“Kami ingin memastikan bahwa tidak ada satu pun warga Malaka yang kesulitan berobat hanya karena alasan biaya. Cukup dengan e-KTP, semua warga bisa mendapatkan pelayanan medis gratis dan berkualitas,” tegas HMS.
RSUPP Betun kini menjadi kebanggaan masyarakat Malaka. Rumah sakit ini tidak hanya menjadi rujukan utama di wilayah perbatasan Indonesia, Timor Leste, tetapi juga menjadi simbol keberhasilan pemerintah daerah dalam membangun sistem pelayanan publik yang manusiawi dan profesional.
Sebagai seorang misionaris, P. Agustinus menilai bahwa peningkatan pelayanan kesehatan di Malaka mencerminkan nilai-nilai kasih dan kemanusiaan yang diperjuangkan oleh para pemimpin daerahnya.
“Saya melihat pelayanan kesehatan di Malaka sekarang bukan sekadar urusan medis, tapi juga wujud kasih kepada sesama. Inilah wajah pemerintah yang melayani dengan hati,” tutupnya.
Di era kepemimpinan SBS–HMS, Malaka terus menunjukkan bahwa membangun daerah bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga soal kemanusiaan, menghadirkan pelayanan yang menyentuh hidup rakyat hingga ke akar rumput.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
