Polda NTT Tegas: Tidak Ada Wartawan Utusan Resmi, Arro Bria Diduga Catut Nama Institusi

Screenshot 2025 08 17 19 23 59 20 40deb401b9ffe8e1df2f1cc5ba480b12 493636736

RaebesiNews.com – Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur (NTT) akhirnya angkat bicara terkait maraknya pemberitaan mengenai dugaan pemerasan yang dilakukan oleh seorang oknum bernama Arro Bria, yang mengaku sebagai wartawan dari salah satu media online.

Dalam klarifikasi resminya, Polda NTT menegaskan bahwa tidak ada satu pun wartawan ataupun media yang ditugaskan secara resmi oleh institusi kepolisian untuk mewakili Polda NTT, apalagi dalam urusan pemberitaan maupun kegiatan di lapangan.

“Bahwa tidak ada wartawan ataupun media yang menjadi utusan resmi Polda NTT. Apabila terdapat oknum yang mengaku sebagai wartawan maupun membawa nama institusi Polda NTT untuk melakukan tindakan melawan hukum, hal tersebut adalah tidak benar dan bukan bagian dari Polda NTT,” tegas Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., dalam pernyataan tertulisnya, Minggu (17/8/2025).

Catut Nama Institusi untuk Pemerasan

Kasus ini mencuat setelah Arro Bria, yang dikenal sebagai oknum wartawan, diduga melakukan pemerasan terhadap seorang pengusaha di Kabupaten Belu. Dalam praktiknya, Arro Bria disebut-sebut menggunakan nama Polda NTT untuk meyakinkan korbannya.

Tindakan tersebut sontak memicu kegaduhan, karena menyeret nama besar institusi kepolisian ke dalam pusaran dugaan tindak pidana yang dilakukan seorang individu.

Polda NTT pun menegaskan bahwa tindakan pencatutan nama institusi merupakan bentuk pelanggaran serius yang tidak bisa ditoleransi.

Imbauan kepada Masyarakat

Lebih lanjut, Polda NTT mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap siapapun yang mengaku sebagai utusan kepolisian, terlebih bila disertai dengan permintaan uang atau keuntungan tertentu.

“Kami mengimbau kepada masyarakat atau pihak yang menjadi korban agar segera melaporkan kejadian tersebut ke Polres setempat atau langsung ke Polda NTT, agar dapat diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Kombes Henry.

Kredibilitas Media Ikut Terseret

Kasus ini juga menimbulkan sorotan terhadap kredibilitas profesi wartawan. Sebab, tindakan Arro Bria yang membawa nama media sekaligus mencatut institusi kepolisian jelas mencoreng marwah jurnalisme.

Media seharusnya menjadi pilar demokrasi yang mengedepankan etika, integritas, dan keberimbangan informasi, bukan digunakan sebagai tameng untuk praktik kotor yang merugikan masyarakat.

Polda NTT Tegaskan Komitmen Penegakan Hukum

Polda NTT memastikan akan menindak tegas setiap bentuk pencatutan nama institusi, baik oleh oknum wartawan, aktivis, maupun pihak manapun yang mencoba mencari keuntungan pribadi dengan cara melawan hukum.

Dengan pernyataan resmi ini, Polda NTT sekaligus ingin memastikan bahwa nama besar kepolisian tidak boleh dikaitkan dengan perbuatan kriminal segelintir orang.***

 

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Exit mobile version