Banyak Alkes Terbengkalai di RS Pratama Wewiku: Warisan Gagal Era Simon Nahak

Screenshot 20250620 083321 WhatsApp 3445623608

RaebesiNews.com – Deretan alat kesehatan (alkes) yang terbengkalai terkuak saat Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Nusa Tenggara Timur, Ikhwan Nul Hakim, melakukan inspeksi mendadak di Rumah Sakit Pratama Wewiku, Kamis (19/06/2025).

Sidak tersebut didampingi Kepala Kejaksaan Negeri Belu, Yoanes Kardinto beserta jajarannya, serta Wakil Bupati Malaka, Henri Melki Simu (HMS).

Baca Juga: Potret Memprihatinkan Kantor Camat Sasitamean yang Tidak Tersentuh Rehabilitasi Sejak Dibangun Puluhan Tahun Lalu

Dalam kunjungan mendadak itu, kejaksaan menemukan sejumlah temuan mengkhawatirkan, mulai dari alkes yang terbengkalai, bangunan tak difungsikan, hingga ketidaksesuaian spesifikasi teknis.

Rumah sakit yang dibangun dengan dana miliaran rupiah itu hingga kini belum mengantongi izin operasional. Akibatnya, semua fasilitas yang disediakan negara mengendap tanpa manfaat bagi rakyat.

Baca Juga: Breaking News! Wakajati NTT dan HMS Tinjau RS Pratama Wewiku yang Sarat Dugaan Korupsi

HMS: Harus Diaudit dan Diambil Alih Penegak Hukum

Wakil Bupati Henri Melki Simu secara tegas menyatakan bahwa proyek RS Pratama Wewiku tidak boleh dibiarkan begitu saja.

“Saya minta agar rumah sakit ini segera diaudit total dan diambil alih oleh aparat penegak hukum. Negara sudah dirugikan terlalu banyak, dan rakyat masih belum menerima pelayanan,” tegas HMS kepada media di sela-sela sidak.

HMS juga menyinggung lemahnya perencanaan dan pelaksanaan proyek di masa pemerintahan sebelumnya. Menurutnya, proyek ini menjadi simbol dari kebijakan yang tidak menyentuh akar persoalan dan hanya berorientasi pada pencitraan.

Baca Juga: Adrianus Bria Seran Ukir Sejarah, Wakili Malaka di Puncak Adkasi Nasional

Warisan Gagal dari Era Simon Nahak

Pembangunan RS Pratama Wewiku dilakukan pada masa kepemimpinan mantan Bupati Malaka, Simon Nahak. Namun, hingga kini proyek itu tak kunjung tuntas secara administratif dan fungsional.

Banyak pihak menilai, inilah bukti konkret kegagalan kepemimpinan Simon dalam memahami birokrasi kesehatan dan tata kelola pembangunan.

“Ini proyek setengah hati. Kalau betul mau bangun rumah sakit, ya siapkan juga semua perangkat izin dan SDM-nya, bukan hanya bangun gedung lalu ditinggalkan,” ungkap seorang sumber internal dari Dinas Kesehatan Malaka yang enggan disebutkan namanya.

Baca Juga: Empat Bulan Memimpin, SBS-HMS Bawa Malaka Keluar dari Ketertinggalan

Kejaksaan Turun Tangan

Wakajati NTT dan jajaran Kejari Belu menyatakan akan menelusuri seluruh item yang ditemukan bermasalah.

“Banyak item yang dicurigai tidak sesuai peruntukan, dan beberapa berpotensi mengarah pada tindak pidana korupsi. Kami akan proses ini sesuai ketentuan hukum,” ujar Wakajati Ikhwan Nul Hakim dengan nada serius.

Inspeksi ini merupakan bagian dari komitmen kejaksaan dalam mengawal proyek-proyek strategis nasional dan daerah, agar tidak diselewengkan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Baca Juga: Bupati SBS: Malaka Itu Indah, Tapi Wisata Harus Dibangun dari Hulu ke Hilir

Rakyat Menunggu Keadilan dan Pelayanan

Sementara itu, masyarakat Kecamatan Wewiku dan sekitarnya hanya bisa menanti di tengah harapan yang tak kunjung tiba. Mereka masih harus menempuh perjalanan jauh ke Betun atau Atambua untuk mendapatkan layanan kesehatan yang memadai.

Jika aparat penegak hukum bertindak cepat dan tegas, RS Pratama Wewiku bisa menjadi momentum pembenahan besar-besaran di sektor kesehatan Malaka, sekaligus titik balik untuk menegakkan integritas anggaran publik.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RaebesiNews.Com

+ Gabung

Exit mobile version