Daerah  

Waspada Cuaca Ekstrem di NTT: BPBD Ingatkan Masyarakat Malaka Siaga Hujan Lebat, Banjir, dan Angin Kencang

Screenshot 2025 12 12 18 35 16 24 6012fa4d4ddec268fc5c7112cbb265e7 987916085

RaebesiNews.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem yang perlu menjadi perhatian serius masyarakat Kabupaten Malaka.

Peringatan ini terkait berkembangnya Bibit Siklon Tropis 93S di Samudera Hindia selatan NTB yang diperkirakan dapat memicu peningkatan cuaca ekstrem di wilayah Nusa Tenggara Timur, termasuk Malaka, dalam 24 hingga 72 jam ke depan.

Menurut laporan TCWC Jakarta, Bibit Siklon Tropis 93S terbentuk pada 11 Desember 2025 pukul 07.00 WIB dan tengah bergerak dengan potensi meningkatkan hujan sedang hingga lebat, angin kencang, serta gelombang tinggi di wilayah NTT. Meski peluang berkembang menjadi siklon tropis tergolong rendah, dampaknya terhadap cuaca di NTT tetap signifikan.

Potensi Dampak untuk Kabupaten Malaka

BPBD memperingatkan bahwa Malaka berpotensi mengalami:

Hujan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat memicu banjir maupun banjir bandang, terutama di daerah dataran rendah, bantaran sungai, dan wilayah rawan genangan.

Angin kencang, yang berisiko menumbangkan pohon dan merusak rumah tidak permanen.

Pergeseran tanah atau longsor, terutama di daerah berbukit dan tebing di wilayah Malaka Tengah, Malaka Timur, dan wilayah yang dekat aliran sungai.

Sebagai wilayah muara dari tiga kabupaten di Timor (Belu, TTU, dan TTS), Malaka memiliki risiko tersendiri ketika intensitas hujan naik di wilayah hulu. Kenaikan debit air di Sungai Benenain dan sungai-sungai besar lainnya dapat terjadi lebih cepat dari biasanya.

Peringatan Gelombang Tinggi

Bagi warga Malaka yang beraktivitas di pesisir atau menggunakan jalur laut menuju Timor Leste, Rote, dan Flores, BMKG juga memperingatkan adanya gelombang tinggi 1,25–2,5 meter di beberapa wilayah perairan dekat NTT. Hal ini perlu menjadi perhatian nelayan asal Malaka Barat, Kobalima, dan Kobalima Timur.

Himbauan BPBD kepada Masyarakat Malaka

BPBD NTT dan BPBD Malaka menyerukan beberapa langkah kesiapsiagaan:

1. Waspada banjir dan luapan sungai.
Hindari aktivitas di bantaran sungai, terutama saat hujan lebat atau saat debit air tiba-tiba meningkat.

2. Kurangi aktivitas luar ruangan saat cuaca ekstrem.
Terutama menjauhi daerah aliran sungai, tebing, dan kawasan pesisir yang berpotensi diterjang angin kencang atau ombak besar.

3. Amankan lingkungan rumah.
Pangkas ranting pohon yang berisiko tumbang, perkuat atap rumah, dan pastikan saluran drainase tidak tersumbat.

4. Tetap pantau informasi resmi.
Ikuti peringatan dari BMKG, BPBD Malaka, serta kanal resmi pemerintah daerah untuk update kondisi cuaca dan bencana.

5. Siapkan tas siaga bencana.
Berisi dokumen penting, obat-obatan, senter, pakaian, air minum, dan kebutuhan darurat lainnya—terutama bagi warga di wilayah rawan banjir seperti Weliman, Malaka Tengah, Kobalima, dan sekitarnya.

Langkah Pemerintah Daerah

Pemerintah Kabupaten Malaka melalui BPBD sudah meningkatkan status siaga, memantau perkembangan cuaca, serta mengidentifikasi titik-titik rawan banjir. Pemerintah juga mengimbau warga melapor segera jika melihat potensi ancaman seperti retakan tanah, kenaikan debit sungai, pohon tumbang, atau banjir mendadak.

Keselamatan adalah Prioritas

Di tengah perubahan cuaca yang cepat, kewaspadaan masyarakat menjadi kunci. BPBD mengingatkan bahwa langkah sederhana seperti tidak memaksa menyeberangi sungai saat debit tinggi atau tidak berteduh di bawah pohon saat angin kencang dapat menyelamatkan nyawa.

Masyarakat Malaka diharapkan terus meningkatkan kesiapsiagaan dan saling membantu untuk menjaga keselamatan keluarga, tetangga, serta lingkungan sekitar.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Exit mobile version