Daerah  

Wakil Bupati Malaka Tuntut Penjaga Pintu Air Lebih Disiplin: Kalau Tidak Mampu Mundur

IMG 20250606 WA0074 3438171211

RAEBESINEWS.COM – Wakil Bupati Malaka, Henri Melki Simu (HMS), melontarkan pernyataan tegas kepada para penjaga pintu air yang dinilai abai dalam menjalankan tugas di lapangan. 

Dalam pertemuan evaluasi teknis pekan ini, HMS menekankan bahwa ketidakhadiran petugas bukan sekadar kelalaian, melainkan gambaran nyata dari sebuah masalah struktural yang harus segera dibenahi.

“Saya rasa ini bukan kebetulan, tapi ini kebenaran. Dan ini kebenaran yang harus kita omong dan kasih perhatian serius,” tegas HMS di hadapan para pemangku kepentingan irigasi.

Baca Juga: Instruksi Tegas Bupati Malaka: Tak Ikut Bersih Desa, Jangan Harap Dapat Bantuan!

Wabup Turun ke Lapangan, Petugas Tak Tampak

HMS mengungkapkan bahwa dalam beberapa kunjungan langsung ke lapangan, mulai dari kawasan Pasar Baru hingga Lakekun, ia tidak menemukan satu pun petugas penjaga pintu air di lokasi. 

Padahal, kehadiran mereka sangat penting untuk memastikan kelancaran dan pemerataan distribusi air dari Bendung Benenai ke lahan pertanian warga.

“Saya turun sendiri. Bukan mau gaya-gayaan jadi manajer, tapi karena saya ini orang berdagak. Tapi saya tidak ketemu teman-teman yang jaga pintu air. Ini bukan cerita, ini fakta di lapangan,” ungkap HMS.

Baca Juga: Pemkab Malaka Serahkan Enam Ekor Sapi Kurban untuk Umat Muslim, Wujud Toleransi Antar Umat Beragama

Dibayar Rutin, Tapi Tidak Menjalankan Tugas

Ironisnya, menurut informasi dari pihak Pemerintah Provinsi, para penjaga pintu air tersebut telah menerima honorarium secara rutin. 

Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa banyak di antara mereka tidak hadir atau tidak melaksanakan tugas sebagaimana mestinya.

“Saya baru tahu dari Pak di provinsi, katanya mereka dibayar setiap kali itu. Tapi kalau dibayar dan tidak kerja, ini keliru besar. Petani bisa susah, dan kita bisa gagal panen,” ujar HMS dengan nada kecewa.

Baca Juga: SBS-HMS Buktikan Janji: Tanggul Penyelamat Petani Dibangun di Malaka Barat dan Aintasi

Komitmen SBS–HMS: Petani Harus Dibela

Di bawah kepemimpinan dr. Stefanus Bria Seran (SBS) dan Henri Melki Simu, Pemerintah Kabupaten Malaka menegaskan komitmennya terhadap keberhasilan program pertanian. Salah satu kunci utamanya adalah pengelolaan air yang efektif dan disiplin dari para penjaga pintu air.

“Kami tidak mau main-main dengan pertanian. Air dari Bendung Benenai itu sumber kehidupan kita. Kalau tidak dijaga, habis semua. Kami SBS–HMS mau supaya penjaga pintu air kerja betul. Jangan tinggal nama, tinggal honor saja,” tandas HMS.

Baca Juga: RS Pratama Wewiku: Hadiah Ulang Tahun Simon Nahak yang Paling Kelam

Reformasi Sistem: Penempatan BPL dan Evaluasi Mingguan

Sebagai langkah konkret, HMS menyatakan akan menata ulang sistem kerja teknis penjaga pintu air. Salah satu langkahnya adalah menerapkan sistem pencatatan harian: siapa yang bertugas, kapan pintu air dibuka dan ditutup, semua harus tercatat dan dilaporkan secara transparan.

“Hari ini ketemu siapa, pintu air dibuka jam berapa, ditutup jam berapa, semua itu harus dicatat. Supaya kita tahu kerja itu betul atau tidak,” ujarnya.

Selain itu, HMS juga menggagas sistem evaluasi mingguan dalam bentuk forum informal namun efektif yang melibatkan petugas lapangan dan pihak terkait, guna membahas kendala dan hasil kerja secara rutin.

Baca Juga: SBS di Kementan: Kami Tak Mau Rakyat Malaka Kelaparan di Tanah Subur

Saluran Penuh Sedimen: Simbol Kelalaian

Lebih lanjut, HMS menyinggung kondisi saluran irigasi yang masih dipenuhi endapan sedimen hingga setinggi 50 cm. Ia menilai, jika petugas menjalankan tugasnya dengan baik setiap hari, kondisi semacam itu tidak akan terjadi.

“Kalau kerja tiap hari, mana mungkin ada sedimen setinggi itu? Ini artinya kerja tidak jalan. Dan kalau air tidak jalan, panen gagal. Petani rugi. Kita semua yang malu,” pungkasnya.

Baca Juga: SBS di Kementan: Kami Tak Mau Rakyat Malaka Kelaparan di Tanah Subur

Tegas: Mundur Jika Tak Sanggup

Menutup pernyataannya, HMS memberikan ultimatum kepada para petugas yang tidak serius menjalankan tanggung jawab.

“Kalau tidak mampu atau rasa berat, beritahu supaya diganti. Masih banyak yang mau kerja,” tegasnya.***

 

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Exit mobile version