Daerah  

Setelah Menang Pilkada, SBS–HMS Jawab Kritik dengan Kerja Nyata

Screenshot 20250506 105004 Facebook 1113524425

RAEBESINEWS.COM – Suasana pagi di pasar tradisional Betun terasa lebih ramai dari biasanya. Pedagang menjajakan hasil kebun, pembeli tawar-menawar dengan riang, dan di sela keramaian itu, terdengar nama SBS disebut-sebut dalam obrolan ringan di warung kopi.

“Saya pilih SBS karena dia tidak banyak janji, tapi dia kerja,” kata Felix Seran seorang petani dari Desa Naimana yang datang menjual kacang hijau.

“Dulu waktu panen gagal, dia yang bantu kami sampai lewat malam,” tambahnya.

Baca Juga: Ketika Tukang Kritik Dadakan, Tidak Pernah Pegawai Sehari, Menggurui SBS HMS Soal Birokrasi dan Anggaran

Pilkada Malaka 27 November 2024 sudah lama usai, tapi jejak kepercayaan itu masih terasa kuat. Di antara tiga pasangan calon yang bertarung, rakyat kembali memilih pasangan lama: dr. Stefanus Bria Seran (SBS) dan Henri Melki Simu (HMS).

Keduanya menang bukan karena euforia kampanye, melainkan karena rekam jejak yang dinilai nyata. Dari pelayanan kesehatan gratis dengan e-KTP, hingga jaringan irigasi dari Bendung Benenai yang mengairi sawah rakyat. Semua itu bukan mimpi, tapi hasil kerja.

Baca Juga: Fitnah 7000 Tenaga Kontrak: Hoaks yang Diciptakan Barisan Sakit Hati

Dalam sebuah acara pertemuan warga di Kecamatan Weliman, SBS tampil sederhana dengan kemeja putih, menyapa warga satu per satu. Ia tak membawa janji yang rumit, hanya mengulang satu prinsip yang sudah lama ia pegang.

“Kami tidak menjanjikan surga. Kami hanya bilang: kami kerja. Urus rakyat, itu saja,” kata SBS, disambut tepuk tangan pelan dari warga.

SBS juga dikenal sering mengingatkan jajarannya dengan kalimat yang sederhana tapi dalam:

“Kalau mau masuk surga, urus rakyat dengan jujur.”

Baca Juga: Sasana Tinju Sakti Malaka: Janji Simon Nahak yang KO di Ronde Awal

Kalimat itu, menurut banyak orang, bukan sekadar slogan. Itu filosofi yang menjadi dasar semua kebijakan di masa kepemimpinan SBS–HMS. Bahwa menjadi pemimpin adalah jalan pelayanan, bukan panggung pencitraan.

Henri Melki Simu, yang kini menjabat Wakil Bupati, turut menegaskan bahwa pemerintahan ke depan akan lebih fokus pada hal-hal mendasar: pelayanan dasar yang merata, pemberdayaan ekonomi desa, dan pembenahan infrastruktur hingga ke dusun-dusun terjauh.

“Pilkada sudah selesai. Sekarang saatnya kerja. Jangan lagi kita terpecah karena pilihan politik. Yang penting adalah rakyat sejahtera,” ujar HMS saat pertemuan koordinasi dengan para Kades di Aula Kantor Bupati awal Maret lalu.

Baca Juga: Seskab Teddy Ungkap Prabowo Support Papua Nugini untuk Gabung ke ASEAN

Rakyat Sudah Dewasa dalam Politik

Kemenangan SBS–HMS adalah cermin dari kematangan politik warga Malaka. Tidak mudah memilih di antara tiga pasangan calon yang semuanya berasal dari putra-putri terbaik daerah. Tapi pilihan rakyat akhirnya jatuh pada pemimpin yang dirasa paling dekat dan terbukti bekerja.

Florentina Bria Berek, tokoh perempuan dari Kecamatan Wewiku, menilai kemenangan ini bukan karena kampanye besar-besaran, tapi karena hati rakyat yang sudah punya ingatan dan penilaian sendiri.

“Sekarang masyarakat Malaka sudah cerdas. Mereka bisa lihat siapa yang datang hanya untuk kampanye dan siapa yang sungguh hadir waktu rakyat susah,” ungkap Florentina.

Ia juga menambahkan bahwa gaya kepemimpinan SBS–HMS yang bersahaja, tidak meledak-ledak, namun konsisten dalam melayani, membuat masyarakat merasa dihargai dan dilibatkan.

Baca Juga: Bupati Malaka Sindir Para Kades Saat MoU dengan Kejari Belu: Kita Sudah Bertemu di Terminal Bis

Malaka Menuju Indonesia Emas 2045

Di bawah SBS–HMS, Malaka kembali menata diri. Pembangunan mulai dilanjutkan dari bawah: dari desa ke kota, dari sawah ke sekolah, dari puskesmas ke rumah rakyat. Tidak ada langkah besar yang mengejutkan, hanya kerja yang tekun dan terus-menerus.

Dengan masa kepemimpinan hingga 2030, rakyat Malaka berharap banyak. Bahwa di tengah tantangan zaman, kabupaten ini tetap bisa melangkah ke depan, dan menjadi bagian dari cita-cita besar Indonesia Emas 2045.

SBS pun menutup sambutannya dengan ajakan sederhana:

“Mari kerja baik-baik. Supaya Malaka maju. Dan supaya nanti, kalau kita pulang, kita semua bisa masuk surga karena pernah urus rakyat dengan jujur.”

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Exit mobile version