RAEBESINEWS.COM – Setelah belasan tahun terputus akibat longsor dan kerusakan parah, jalan alternatif Wemer di Kabupaten Malaka, NTT, akhirnya akan dibuka kembali.
Kabar gembira ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTT, Benyamin Nahak, dalam kunjungannya ke sejumlah titik jalan rusak di wilayah selatan NTT.
Menurut Benyamin, jalur Wemer yang selama ini terbengkalai bukan hanya akan dibuka kembali, tapi juga masuk prioritas karena posisinya yang sangat strategis dalam menghubungkan beberapa desa menuju pusat ibu kota kabupaten, Betun.
Baca Juga: Bupati Malaka: Warga yang Pemalas Tidak Dapat Layanan Kesehatan Gratis
“Di titik-titik yang rusak, kita akan mulai penanganan dalam waktu dekat. Kalau semua proses berjalan lancar sesuai keserasian lintas sektor, maka pekerjaan segera kita mulai. Jalur Wemer juga sudah kita survei. Masih bisa dibuka karena itu jalur paling pendek,” tegas Kadis PUPR Provinsi NTT, Benyamin Nahak.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah provinsi untuk menjawab jeritan panjang masyarakat di daerah terpencil yang selama ini merasa terpinggirkan akibat minimnya infrastruktur dasar.
Wemer: Jalur Terpendek yang Terlupakan
Jalur Wemer merupakan akses penting yang menghubungkan wilayah Kecamatan Botin Leobele, Malaka Timur dan Laenmanen menuju Betun. Sebelum tertutup sekitar tahun 2015 akibat longsor besar, jalur ini menjadi nadi transportasi warga untuk mengangkut hasil pertanian, mengakses sekolah, dan mendapatkan pelayanan kesehatan. Sejak jalur itu rusak, warga terpaksa memutar jauh dengan biaya transportasi yang tinggi dan waktu tempuh dua kali lipat.
“Dulu lewat Wemer cuma dua puluh menit. Sekarang harus lebih dari sejam,” ujar Yohanes Seran, warga Desa Kletek. “Kalau pemerintah betul-betul buka kembali jalur ini, itu sama seperti membuka kembali nadi kehidupan kami.”
Senada dengan itu, warga Desa Kereana menilai bahwa pembukaan kembali jalur Wemer akan berdampak besar terhadap peningkatan ekonomi.
“Kami para petani yang hendak jual hasil pertanian di Betun lebih dekat dan murah,” katanya.
Baca Juga: Bupati Malaka Perintahkan Kerja Bakti Rutin, Seperti Jadwal Pasar Bergilir
Antara Harapan dan Pengawasan Masyarakat
Rencana ini disambut antusias, meski sebagian warga tetap menyimpan sikap hati-hati.
“Sudah banyak survei dan janji selama ini. Tapi kalau Pak Kadis sendiri sudah turun dan survei langsung, itu baru kami percaya,” ujar Dominggus Nana tokoh masyarakat Desa Kereana.
Di tengah suara skeptis itu, hadir harapan baru bahwa pemerintah provinsi kali ini benar-benar serius. Turunnya pejabat teknis seperti Kadis PUPR NTT langsung ke lapangan menjadi pertanda bahwa infrastruktur bukan lagi sekadar rencana dalam dokumen, melainkan tekad nyata untuk memperpendek jarak ketertinggalan.
Baca Juga: Wakil Bupati Malaka Tuntut Penjaga Pintu Air Lebih Disiplin: Kalau Tidak Mampu Mundur
Mari Kawal, Mari Jaga
Pemerintah telah menunjukkan niat baik dan langkah awal yang konkret. Kini, tanggung jawab ada juga di tangan masyarakat: untuk mengawal, mengawasi, dan menjaga apa yang akan dibangun. Karena jalan yang baik bukan hanya dibuka oleh negara, tapi juga dijaga oleh rakyatnya.
NTT tidak akan tumbuh merata bila desa-desa tetap terisolasi. Membuka Wemer bukan hanya membuka jalan, tapi membuka kesempatan. Dan kami, bersama rakyat, akan terus menjadi saksi dan penggerak dari kemajuan itu.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
