RaebesiNews.com – Pemerintah Kabupaten Malaka di bawah kepemimpinan Bupati Dr. Stefanus Bria Seran (SBS) dan Wakil HenriMelkiSimu (HMS) terus menunjukkan komitmen tinggi dalam membenahi sektor kesehatan. Dengan semangat “rakyat harus sehat sebelum pintar dan sejahtera”, SBS–HMS menempatkan layanan kesehatan sebagai prioritas utama pembangunan daerah.
Akses Kesehatan hingga Pelosok
Dalam kurun waktu kepemimpinan SBS–HMS, tercatat sebanyak 22 Puskesmas telah dibangun dan direhabilitasi di berbagai kecamatan, lengkap dengan fasilitas rawat inap dan layanan UGD 24 jam. Lebih dari 80% desa kini sudah memiliki akses langsung ke fasilitas kesehatan dalam radius 5 km, berdasarkan data Dinas Kesehatan Malaka tahun 2024.
SBS menegaskan dalam rapat koordinasi bulan Februari lalu, “Kami ingin setiap masyarakat, bahkan di desa terjauh, bisa mendapatkan layanan kesehatan seperti di kota. Tidak boleh ada warga yang meninggal hanya karena keterlambatan penanganan.”
Pemerintah juga telah merekrut lebih dari 160 tenaga kesehatan baru dalam tiga tahun terakhir, termasuk dokter umum, bidan, dan perawat. Selain itu, program Kunjungan Rumah (homecare) oleh tenaga medis mendapat respon positif dari masyarakat, terutama di wilayah terpencil.
Wakil Bupati HMS menambahkan, “Kami bukan hanya bicara soal fasilitas, tapi soal kehadiran negara di sisi masyarakat. Pelayanan kesehatan itu harus menyentuh hati dan kebutuhan warga secara langsung.”
Program Revolusi Kesehatan dan Intervensi Gizi
Melalui program Revolusi Kesehatan Malaka, pemerintah telah membagikan lebih dari 50.000 paket vitamin dan makanan tambahan untuk ibu hamil dan balita sejak tahun 2022. Angka stunting di Malaka pun mulai menunjukkan penurunan, dari 37% pada tahun 2021 menjadi 27,8% pada akhir tahun 2024.
Kepala Dinas Kesehatan Malaka, drg. Frida Fahik menyatakan, “Ini bukan semata-mata soal intervensi medis, tapi tentang perubahan perilaku hidup sehat. Kami bergerak bersama tokoh masyarakat, gereja, dan kader posyandu.”
Digitalisasi dan Rumah Sakit Rujukan
Langkah lebih maju, SBS–HMS menggagas pembangunan Rumah Sakit Rujukan Regional Betun, yang ditargetkan rampung pada akhir 2025. Rumah sakit ini akan dilengkapi dengan layanan spesialis lengkap, fasilitas hemodialisis, dan sistem digital rekam medis.
Di sisi lain, Pemkab Malaka juga telah meluncurkan aplikasi e-Kesehatan Malaka untuk layanan pendaftaran, pelaporan keluhan pasien, dan telekonsultasi jarak jauh. Ini merupakan terobosan pertama di wilayah perbatasan yang memanfaatkan teknologi dalam pelayanan kesehatan publik.
Kesehatan sebagai Hak Dasar Rakyat
SBS HMS telah menjadikan sektor kesehatan sebagai investasi jangka panjang yang tak tergantikan. Dengan pendekatan yang menyentuh akar persoalan — mulai dari akses, tenaga medis, gizi, hingga digitalisasi — kepemimpinan ini membuktikan bahwa komitmen kesehatan bukan sebatas wacana.
“Kami ingin Malaka menjadi contoh daerah yang sehat dan berdaya. Kami percaya, dari rakyat yang sehat akan lahir generasi yang cerdas dan sejahtera,” tutup Bupati SBS dalam pidatonya pada Hari Kesehatan Nasional 2024.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
