RaebesiNews.com – Salah satu program yang paling dirasakan manfaatnya oleh petani Malaka adalah kebijakan pengolahan kebun gratis. Di era SBS–HMS, pemerintah daerah menyediakan alat dan tenaga untuk mengolah lahan petani tanpa dipungut biaya. Program ini lahir dari kesadaran bahwa biaya awal sering menjadi kendala utama petani kecil.
Melalui program ini, traktor dan alsintan dikerahkan ke desa-desa menjelang musim tanam. Petani tidak lagi dibebani ongkos bajak yang mahal. Mereka dapat memulai tanam tepat waktu dan mengalokasikan modal untuk kebutuhan lain seperti benih dan pupuk.
SBS menilai, intervensi pemerintah pada tahap awal produksi sangat menentukan hasil akhir. Jika lahan diolah dengan baik dan tepat waktu, maka peluang panen meningkat. Karena itu, negara harus hadir sejak awal, bukan hanya saat panen raya.
HMS menegaskan bahwa program kebun gratis juga bertujuan menjaga semangat bertani. Ketika petani merasa diperhatikan, mereka akan lebih percaya diri dan optimistis. Hal ini penting untuk menjaga regenerasi petani di Malaka.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









