Daerah  

HMS Ajak Petani Malaka Dukung Program MBG dengan Menyediakan Bahan Baku Lokal

FB IMG 1763802477309 15895283

RaebesiNews.com – Wakil Bupati Malaka, Henri Melki Simu (HMS), mengajak seluruh petani di Kabupaten Malaka untuk menyambut program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan meningkatkan produktivitas pertanian dan peternakan.

Ia menegaskan bahwa program MBG bukan hanya tentang pemenuhan gizi anak sekolah, tetapi juga membuka peluang besar bagi petani Malaka untuk menjadi pemasok utama kebutuhan dapur MBG.

Saat ini, sudah ada tujuh dapur MBG yang beroperasi di Malaka, masing-masing berada di Kecamatan Malaka Tengah, Weliman, Malaka Barat, Malaka Timur, dan Wewiku. Sementara dapur di kecamatan lain masih dalam proses pembangunan.

HMS menilai bahwa keberadaan dapur-dapur ini menciptakan peluang ekonomi langsung bagi petani untuk memproduksi ayam, telur, sayur, dan buah-buahan dalam jumlah lebih besar. Program MBG memberi kepastian pasar yang stabil dan harian bagi seluruh hasil pertanian masyarakat.

“Tanam sebanyak mungkin karena pasarnya sudah pasti,” tegas HMS dalam arahannya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Malaka terus berkomitmen mendukung petani agar mampu memenuhi kebutuhan tersebut. Untuk memaksimalkan program ini, HMS mendorong para petani membentuk kelompok tani yang aktif dan legal. Melalui kelompok tani, pemerintah dapat menyalurkan berbagai bentuk bantuan, antara lain:

1. Alsintan (alat mesin pertanian)
2. Pupuk dan sarana produksi lainnya
3. Bibit tanaman dan bibit ternak
4. Pendampingan dari PPL untuk memastikan teknik budidaya yang benar.

Menurut HMS, ini adalah momentum besar bagi petani Malaka untuk bergerak menuju pola pertanian yang lebih produktif dan berbasis permintaan pasar. Dengan pasar yang sudah tersedia dan dukungan penuh dari Pemkab, petani memiliki peluang meningkatkan pendapatan sekaligus memperkuat kemandirian pangan daerah.

Lebih jauh, HMS menilai program MBG dapat menjadi pemicu kebangkitan sektor pertanian Malaka. Pemanfaatan lahan subur, dukungan irigasi dari Bendung Benenain, serta motivasi petani untuk berproduksi dapat menjadikan Malaka sebagai lumbung pangan lokal yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakatnya sendiri.

Dengan kerja bersama, HMS yakin Malaka bukan hanya menyukseskan program Makan Bergizi Gratis, tetapi juga sedang membangun masa depan pangan daerah dengan petani sebagai pilar utama.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *