RaebesiNews.com – Suasana hangat kebersamaan tampak di Dusun Atokama, Desa Angkaes, Kecamatan Weliman, saat warga dan perangkat desa bahu-membahu menimbun lubang jalan yang selama ini dikeluhkan pengguna jalan. Kegiatan gotong royong ini berlangsung pada Senin pagi, dipimpin langsung oleh Pejabat Kepala Desa Angkaes, Paulus Bria.
Jalan yang menghubungkan dusun Atokama Kantor Desa Angkaes ini merupakan menuju salah satu akses vital bagi masyarakat. Namun, kondisi aspal yang sudah lama rusak dan berlubang menyebabkan retensi udara di banyak titik, terutama saat musim hujan tiba. Tak jarang kendaraan roda dua maupun roda empat mengalami kesulitan melintasi jalan tersebut, bahkan ada yang terjatuh akibat lubang-lubang yang tak terlihat tertutup udara.
Inisiatif Swadaya dan Kepedulian Warga
Tidak menunggu bantuan dari pemerintah di tingkat atas, Pejabat Kades Paulus Bria menginisiasi gerakan swadaya. Ia mengajak perangkat desa dan warga sekitar untuk turun langsung ke lapangan.
“Jalan ini bukan milik siapa-siapa, tapi milik kita bersama. Jadi kalau rusak, kita juga harus punya tanggung jawab memperbaikinya. Kalau kita tunggu terus dari atas, bisa-bisa tambah parah dan makan korban,” ungkap Paulus Bria saat ditemui di lokasi kegiatan.
Dengan peralatan sederhana seperti es, cangkul, dan karung, warga dan perangkat desa mulai bekerja sejak pagi. Tumpukan batu dan tanah dituang ke lubang- lubang besar yang selama ini jadi sumber menampung. Genangan yang sebelumnya menutupi hampir sebagian badan jalan mulai berkurang seiring penimbunan dilakukan.
Partisipasi Semua Elemen Masyarakat
Uniknya, kegiatan ini tak hanya diikuti oleh kaum pria. Beberapa perempuan dan anak-anak muda juga tampak antusias membantu. Ada yang mengangkut batu, ada yang menyusun timbunan di jalan, dan sebagian lagi mengatur lalu lintas agar pengguna jalan tetap bisa melintas selama pekerjaan berlangsung.
“Ini momen yang bagus untuk menghidupkan kembali budaya gotong royong yang semakin jarang kita lihat. Kita semua terpanggil, karena jalan ini dilalui setiap hari,” kata Maria Teti, seorang warga dusun Atokama yang ikut mengambil bagian.
Harapan untuk Perbaikan yang Lebih Permanen
Meskipun hanya bersifat darurat, penimbunan ini dinilai sangat membantu. Paulus Bria mengatakan bahwa upaya swadaya ini adalah langkah sementara sambil menunggu program perbaikan jalan yang lebih permanen dari Pemerintah Kabupaten Malaka.
Warga Apresiasi Langkah Cepat Desa
Sejumlah warga mengapresiasi langkah cepat pemerintah desa. Menurut mereka, inisiatif seperti ini menunjukkan bahwa pemerintah desa hadir dan peduli terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat.
“Kami sangat terbantu. Jalan ini sudah sering kami keluhkan. Sekarang, meskipun belum sempurna, setidaknya lubang-lubang besar yang berbahaya sudah ditutup,” ujar Adrianus Kefi, pengendara motor asal dusun tetangga.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
