Daerah  

Filosofi ‘Omong A, Buatnya A’: Konsistensi SBS Kembali Terbukti

Screenshot 20250507 002502 Gallery 3902177978

RaebesiNews.com – Di tengah hiruk-pikuk birokrasi yang kerap diwarnai janji-janji manis tanpa bukti, sosok dr. Stefanus Bria Seran, MPH (SBS), Bupati Malaka, tampil bak oase yang menyejukkan dahaga publik akan keteladanan. 

Lewat tindakannya yang lugas dan tanpa basa-basi memberikan hadiah sepeda motor dinas kepada ASN muda Rovinus Kehi. 

ia kembali meneguhkan satu filosofi yang telah menjadi napas dalam kepemimpinannya: “Omong A, buatnya A. Bukan B, apalagi C.”

Baca Juga: Bupati SBS: Kepala Desa Tak Boleh Seenaknya Ganti Aparat, Ada Aturan Mainnya!

Ungkapan sederhana namun sarat makna itu bukanlah sekadar jargon. Dalam setiap langkahnya, SBS membuktikan bahwa kata-kata bukanlah hiasan bibir, melainkan janji suci yang mesti ditepati. 

Dalam sebuah pidato, ia pernah menegaskan, “Apa yang dikatakan, itu yang dilakukan. Tidak boleh ada janji tanpa realisasi.”

Kalimat itu bukan hanya menggema di ruang sidang, melainkan berakar dalam tindakan nyata yang kini dirasakan oleh Rovinus dan seluruh masyarakat Malaka.

Baca Juga: Pungutan Liar di Tengah Kesulitan: Kepala Desa Nanin Diduga Bebani Warga Saat Kedukaan

Pemberian hadiah kepada Rovinus bukan sekadar seremoni penghargaan. Ia adalah lambang dari kepemimpinan yang tidak bersembunyi di balik meja, melainkan hadir langsung, menyentuh denyut nadi rakyatnya.

Bukan pujian kosong yang dilemparkan ke langit, melainkan bentuk kasih konkret yang mendarat di bumi.

Tokoh masyarakat dan para pemerhati kebijakan publik pun angkat bicara. Seorang akademisi dari Universitas Timor mengatakan, “Di tengah kepemimpinan yang sering kali terjebak dalam retorika, SBS datang membawa terang. Ia menepati apa yang ia ucapkan, dan itulah yang membedakan pemimpin dari sekadar pejabat.”

Baca Juga: Warga Berebut Salaman, Wapres Gibran Disambut Hangat di Kabupaten Sikka NTT

Filosofi Omong A, buatnya A adalah lentera dalam gelap, peta dalam bingung, dan kompas dalam badai. Ia menuntun bukan hanya arah pemerintahan, tetapi juga nilai-nilai moral yang kini mulai langka di panggung kekuasaan.

Dalam langkah-langkah SBS, masyarakat Malaka menemukan harapan bahwa kejujuran dan konsistensi belum mati, bahwa kata-kata masih bisa menjadi janji yang ditepati, bukan sekadar gema yang memudar tertiup angin.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Exit mobile version