RAEBESINEWS.COM – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena menerima kunjungan delegasi perusahaan teknologi berbasis satelit asal Tiongkok, PIESAT Information Technology Co., Ltd, di Rumah Jabatan Gubernur NTT, Selasa malam (13/5/2025).
Pertemuan ini membahas kerja sama strategis dalam pemanfaatan teknologi satelit dan sistem informasi spasial untuk mendukung pembangunan berbasis data di Provinsi NTT.
Fokus utama mencakup manajemen bencana, perencanaan kota, pemantauan lingkungan, serta pembangunan infrastruktur.
Menariknya, dalam pertemuan tersebut hadir pula Simon Petrus Kamlasi, mantan pesaing Melki dalam Pemilihan Gubernur NTT 2024.
Kini, Simon hadir sebagai Tenaga Ahli Lingkungan Hidup di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, berperan aktif menjembatani kolaborasi antara pendekatan teknologi dan kebijakan pembangunan daerah.
“Saya dan Pak Melki punya mimpi yang sama. NTT harus naik kelas,” ujar Simon kepada media usai pertemuan. “Masa kampanye adalah soal kompetisi ide. Tapi pembangunan adalah ruang kolaborasi.”
Baca Juga: Gubernur NTT Soroti Rendahnya Partisipasi Pendidikan Tinggi, Dorong Persiapan Siswa Sejak Dini
Delegasi PIESAT dipimpin oleh Utami Basule, Kepala Perwakilan PIESAT Indonesia, didampingi Joe Choo Sook Lin (Business Liaison PIESAT International) dan Ezra Tan Koon Hook (Senior Executive Assistant).
Mereka memaparkan teknologi geospasial yang sebelumnya digunakan dalam sistem perencanaan nasional Tiongkok dan kini mulai ditawarkan dalam kerja sama pembangunan dengan negara-negara Asia Tenggara.
Gubernur Melki menyambut baik inisiatif kerja sama ini.
Baca Juga: Wapres Gibran Fokuskan Kunjungan di Kupang pada Peningkatan Pendidikan dan Pertanian
“Teknologi bukan sekadar alat, tapi jembatan antara mimpi dan realisasi. NTT harus jadi laboratorium kemajuan di kawasan timur Indonesia,” ungkapnya.
Kehadiran Simon Kamlasi dalam forum ini dinilai strategis oleh sejumlah pejabat Pemprov. Ia disebut mampu menjadi penghubung antara pendekatan saintifik dan kebutuhan lapangan di NTT, terutama dalam isu pemantauan lingkungan dan validasi data geospasial.
Kolaborasi antara Melki dan Simon yang dulunya bersaing dalam politik kini menjadi simbol baru bagi masa depan NTT yang dibangun bukan di atas rivalitas, melainkan kerja sama dan pemanfaatan teknologi.
Baca Juga: Desa yang Ada Temuan Tidak Bisa Cairkan Dana Desa 2025, Tegas SBS HMS
“Ini baru permulaan,” tegas Simon. “Tugas kita bukan membuktikan siapa yang paling hebat, tapi siapa yang paling bermanfaat.”*
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
