RaebesiNews.com – Saat sebagian besar warga masih terlelap dalam sunyi malam, denyut kehidupan justru terasa di jalanan Kota Betun. Dalam balutan udara dini hari yang sejuk, nyala-nyala obor bergerak perlahan, membelah gelap yang belum sepenuhnya pergi. Cahaya itu datang dari langkah-langkah iman jemaat Ebenhezer Betun yang menggelar pawai obor penuh khidmat, menyambut sukacita Paskah.
Di tengah barisan umat, tampak Wakil Bupati Malaka, Henri Melki Simu (HMS), turut berjalan bersama. Tanpa protokoler yang kaku, tanpa jarak yang membatasi, HMS larut dalam kebersamaan umat menyatu dalam doa, langkah, dan harapan yang sama.
Pawai obor dini hari ini menjadi bagian penting menjelang perayaan Minggu Paskah, yang memperingati kebangkitan Yesus Kristus dari kematian. Dalam gelapnya malam yang perlahan menuju fajar, obor-obor yang menyala menjadi simbol kuat kemenangan terang atas kegelapan sebuah refleksi iman akan kebangkitan, harapan baru, dan kehidupan yang diperbarui.
Makna pawai obor menjelang Paskah sangat mendalam. Api yang menyala melambangkan terang Kristus yang bangkit yang mengalahkan dosa dan maut. Pawai ini menjadi simbol perjalanan umat dari kegelapan menuju terang dari keputusasaan menuju pengharapan.
Setiap jemaat yang membawa obor menghidupi panggilan iman untuk menjadi pembawa terang bagi dunia. Terang itu diwujudkan dalam kasih pengampunan dan kepedulian terhadap sesama sehingga pawai obor bukan hanya perayaan simbolik tetapi juga komitmen hidup.
Nilai nilai Kristiani yang dihidupi dalam pawai ini tampak nyata dalam kebersamaan umat. Kasih hadir dalam langkah yang tidak membedakan satu dengan yang lain. Pengharapan terpancar dari nyala obor di tengah gelap malam. Iman terlihat dalam kesetiaan berjalan dan berdoa di dini hari. Kerendahan hati tergambar dari kebersamaan tanpa sekat termasuk kehadiran HMS di tengah umat. Persatuan dan persekutuan terjalin kuat dalam satu barisan. Pelayanan menjadi panggilan untuk menjadi terang bagi sesama terutama mereka yang membutuhkan.
Ratusan jemaat ambil bagian dalam pawai ini. Anak anak orang muda hingga orang tua berjalan berdampingan membawa obor dengan penuh semangat. Nyanyian rohani mengalun lembut menciptakan suasana sakral yang menyentuh hati di tengah heningnya dini hari.
Kehadiran HMS dalam pawai ini menjadi gambaran nyata kedekatan pemimpin dengan masyarakat. Di waktu yang tidak biasa dini hari ia memilih hadir berjalan dan merasakan langsung denyut iman warganya. Sebuah pesan sederhana namun kuat bahwa kepemimpinan sejati lahir dari kedekatan keteladanan dan hati yang melayani.
Ketika fajar mulai menyingsing dan cahaya matahari perlahan menggantikan gelap malam pawai pun mencapai titik akhirnya. Namun terang yang dibawa tidak padam. Ia tetap menyala di hati setiap peserta menjadi pengingat bahwa kebangkitan Kristus adalah sumber harapan yang tidak pernah habis.
Di Betun dini hari itu bukan lagi milik sunyi. Ia menjadi milik cahaya cahaya kebangkitan cahaya persaudaraan dan cahaya iman yang terus hidup dari generasi ke generasi.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









