RaebesiNews.com – Suasana sore di Haitimuk terasa berbeda pada Rabu petang, 4 Desember 2025. Angin laut dari selatan bertiup lembut ketika rombongan PS Malaka tiba di kediaman pribadi Bupati dr. Stefanus Bria Seran, MPH (SBS).
Para pemain, pelatih, dan manajemen datang dengan wajah lelah namun tetap penuh kebanggaan setelah menutup perjalanan mereka di ETMC Ende 2025.
Tim kebanggaan masyarakat Malaka itu pulang setelah melalui laga dramatis di babak 8 besar. Mereka harus mengakui keunggulan Bajak Laut Manggarai Barat dengan skor 6–4, sebuah pertandingan yang membuat stadion Marilonga bergemuruh dan menjadi salah satu laga paling menarik sepanjang turnamen.
Meski terhenti di babak 8 besar, sambutan untuk PS Malaka sama sekali tidak menggambarkan kegagalan. Sebaliknya, penyambutan ini menunjukkan rasa bangga dan penghargaan pemerintah daerah terhadap kerja keras tim.
Sambutan hangat para pimpinan daerah
Bupati SBS tidak sendirian menyambut kedatangan tim. Hadir pula Wakil Bupati Henri Melki Simu (HMS), Ketua DPRD Malaka yang juga Ketua PSSI Kabupaten Malaka, Ketua TP PKK Kabupaten Malaka, Kepala Bank NTT Betun, serta para pimpinan OPD Pemkab Malaka. Mereka berdiri berjejer, menyambut para pemain yang turun satu per satu.
Atmosfer kebersamaan terasa kuat. Tidak ada kesan bahwa PS Malaka kembali sebagai tim yang kalah. Mereka kembali sebagai tim yang sudah menghibur, mengangkat martabat daerah, dan menunjukkan karakter sepak bola Malaka yang elegan dan profesional.
“Ini tim yang dipersiapkan matang”
Dalam sambutannya, Bupati SBS menyampaikan apresiasi besar terhadap penampilan PS Malaka. Ia menegaskan bahwa PS Malaka bukan tim instan yang dibentuk tanpa perencanaan.
“PS Malaka bukan tim yang copot sana copot sini lalu jadi tim sepakbola. Ini tim yang dipersiapkan dengan baik dan matang,” ujar SBS tegas.
Pernyataan ini bukan tanpa alasan. Sepanjang ETMC Ende 2025, masyarakat NTT menilai PS Malaka tampil berbeda: disiplin, terorganisir, dan menunjukkan identitas kuat sebagai tim yang dibangun dengan serius.
Dari lapangan hingga penampilan luar, PS Malaka mencuri perhatian. Dengan seragam kuning yang ikonik, mulai dari sepatu, celana, jersey, jaket, hingga cover perlengkapan, PS Malaka tampil mewah dan sangat profesional.
Satu-satunya tim yang berangkat dengan pesawat
Hal lain yang membuat PS Malaka mencuri perhatian adalah cara mereka berangkat ke Ende: menggunakan pesawat. Tidak ada tim lain yang melakukannya. Ini menunjukkan standar tinggi yang dibangun oleh manajemen PS Malaka dalam mendukung performa pemain.
Menariknya lagi, meskipun harus pulang di babak 8 besar, rombongan tim tetap kembali ke Malaka menggunakan pesawat. Ini simbol bahwa martabat mereka tidak turun hanya karena hasil pertandingan. Mereka pulang dengan kepala tegak.
Laga 6–4 yang disebut SBS sebagai “final”
Tidak berlebihan ketika Bupati SBS menyebut pertandingan melawan Bajak Laut Manggarai Barat sebagai laga “final” yang sebenarnya.
“Laga melawan Bajak Laut Manggarai Barat kemarin itu menurut saya laga final. PS Malaka dan Bajak Laut tampil dengan permainan yang menarik dan berkelas. Skor 6–4 itu sangat menghibur masyarakat pecinta bola di NTT,” ungkap SBS.
Pertandingan itu benar-benar menjadi sorotan publik NTT. Pola menyerang, tempo cepat, dan keberanian kedua tim membuat laga tersebut bak duel dua raksasa. Meski hasilnya tidak berpihak pada Malaka, permainan PS Malaka tetap mendapat apresiasi luas.
Persiapan menuju ETMC 2026
Dalam kesempatan itu, Bupati SBS juga memberikan motivasi dan evaluasi untuk menghadapi ETMC 2026 di Flores Timur. Ia mendorong agar apa yang sudah dibangun pada 2025 menjadi dasar untuk tampil lebih kuat tahun depan.
Pernyataan penutup SBS membuat seluruh hadirin tersenyum dan merenung bersama.
“Bola itu bolat. Dari sudut mana saja kita memandangnya tetap bulat.”
Ucapan itu mengandung pesan sederhana namun kuat: peluang selalu ada, dan tidak ada hasil pertandingan yang bersifat final bagi tim yang mau terus berkembang.
PS Malaka pulang terhormat
Penyambutan di Haitimuk menjadi simbol bahwa PS Malaka tidak hanya dihargai karena kemenangan, tetapi juga karena perjuangan, semangat, dan karakter mereka di lapangan. Tim ini sudah mengukir cerita, membangkitkan kebanggaan, dan menegaskan bahwa Malaka layak diperhitungkan dalam peta sepak bola NTT.
Dengan dukungan penuh pemerintah, manajemen profesional, dan bakat-bakat lokal yang terus berkembang, PS Malaka kini bersiap menata langkah baru. Mereka mungkin pulang dari Ende tanpa trofi, tetapi mereka pulang dengan hormat dan membawa harapan besar untuk menjemput kejayaan baru di ETMC 2026.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









