Daerah  

Alasan Bupati Malaka SBS Sering Melaksanakan Pelantikan di Pantai

Screenshot 2026 01 13 08 43 47 83 99c04817c0de5652397fc8b56c3b3817 866127047

RaebesiNews.com – Di Pantai Cemara Abudenok, angin selatan berhembus pelan, ombak Samudera Indonesia berdebur ritmis, dan barisan cemara berdiri seperti saksi. Di tempat itulah, Bupati Kabupaten Malaka dr. Stefanus Bria Seran (SBS) kerap melantik para pejabatnya, bukan di balik dinding beton, melainkan di hadapan alam yang terbuka.

Bagi SBS, pantai bukan sekadar latar seremonial. Pantai adalah wajah Malaka yang sesungguhnya: jujur, luas, dan menyimpan harapan. Pantai Cemara Abudenok, yang terletak di tepian Samudera Indonesia (Hindia), dipilih karena keunikannya, hutan cemara yang rindang memeluk garis pantai, pasir yang bersih, serta ombak selatan yang keras namun indah, seperti karakter masyarakat Malaka itu sendiri.

Pelantikan di pantai, menurut SBS, adalah cara sederhana namun bermakna untuk memperkenalkan keindahan alam Malaka kepada publik. Ia ingin birokrasi berjalan seiring dengan promosi daerah, tanpa harus mengeluarkan kata-kata promosi berlebihan.

Alam berbicara dengan caranya sendiri. Namun, di balik keindahan itu, tersimpan filosofi yang lebih dalam. SBS tidak ingin pelantikan menjadi acara eksklusif yang hanya bisa disaksikan oleh segelintir orang di dalam gedung.

“Kalau kita lantik di gedung, yang datang pasti terbatas. Orang yang masuk juga dibatasi. Kita juga belum punya gedung dengan daya tampung besar,” ujar SBS.

Di alam terbuka, batas itu runtuh. Pantai menjadi ruang publik tempat semua orang setara. Ratusan bahkan ribuan warga bisa menyaksikan langsung proses pelantikan, tanpa sekat dan tanpa undangan khusus. Keluarga pejabat yang dilantik pun bisa hadir, duduk di pasir pantai, menatap laut, dan menjadikan momen itu sebagai rekreasi sederhana.

“Beda kalau di pantai. Kita semua menyaksikannya tanpa membeda-bedakan. Keluarga yang ikut juga bisa sekaligus rekreasi,” lanjutnya.

Bagi SBS, tempat bukan penentu nilai. Pelantikan di gedung atau di alam terbuka memiliki kekuatan hukum yang sama dan sah secara aturan. Yang membedakan bukanlah lokasi, melainkan tanggung jawab moral dan kualitas kerja setelah sumpah jabatan diucapkan.

Kabupaten Malaka sendiri dikenal memiliki garis pantai terpanjang di Pulau Timor, sebuah anugerah alam yang selama ini lebih sering dilalui daripada direnungkan. Dengan memilih pantai sebagai ruang pelantikan, SBS seolah ingin mengingatkan: jabatan adalah amanah yang luas seperti laut, dan pejabat adalah pelayan publik yang harus siap diterpa gelombang.

Di bawah cemara Abudenok, sumpah jabatan pun diucapkan. Ombak terus bergulung, angin tetap berhembus. Alam mencatat, masyarakat menyaksikan, dan para pejabat diingatkan, bahwa kekuasaan, seperti pasir pantai, mudah tergelincir bila tak dijaga dengan tanggung jawab.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Exit mobile version