RAEBESINEWS.COM – Sebuah proyek pembangunan Jalan Usaha Tani di Dusun Umarawan, Desa Weulun, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka, NTT, menuai sorotan tajam.
Alih-alih mempermudah akses pertanian bagi warga, jalan yang dibangun menggunakan dana desa ini justru berujung seperti terminal melingkar tanpa arah dan kini nyaris lenyap ditelan semak belukar.
Baca Juga: Tegas ! Pemkab Malaka Imbau Warga Tertib Kawasan Tanpa Rokok
Berdasarkan dokumentasi GPS Map Camera yang diperoleh redaksi RaebesiNews.com, terlihat jelas tumpukan material bercampur batu dan tanah berada di tengah jalan setapak yang sudah tak terlihat lagi struktur jalannya. Lokasi itu berada pada titik koordinat -9.682355°, 124.832708°, direkam pada pagi hari 21 Mei 2025.
Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Weulun, Dominikus Tae Seran, bersikukuh bahwa pekerjaan tersebut telah selesai.
Baca Juga: Kabupaten Ini Sudah Capai 100% Pembentukan Kopdes Merah Putih, Menkop Budi Arie Beri Apresiasi
Ia menyebut tumpukan material di tengah jalan itu hanyalah tambahan untuk menutup lubang-lubang kecil di sepanjang Talud Penahan Tanah (TPT) saat proses pengerjaan.
“Kalau jalan penuh rumput ilang-ilang itu hal wajar. Aspal saja masih ditumbuhi rumput,” kilah Kades Dominikus lewat pesan singkat kepada wartawan RaebesiNews.com pada Jumat malam (23/5/2025).
Namun pernyataan itu langsung dibantah oleh salah satu aparat desa yang enggan disebutkan namanya. Menurutnya, proyek jalan itu tidak hanya mangkrak, tapi juga tidak bermanfaat bagi petani karena tidak tembus hingga ke wilayah Weoe seperti yang direncanakan.
Baca Juga: Mendagri Wajibkan SPM, SBS HMS Sudah Jalankan di Malaka
Alasannya, mantan Sekretaris Desa Weulun tidak bersedia memberikan sebagian lahannya untuk dilewati jalan tersebut.
“Jalan itu tidak ada manfaat untuk para petani. Bapak lihat sendiri, rumput dan semak belukar hampir menutup habis jalan itu,” ujar narasumber kami.
Lebih ironis lagi, kondisi jalan yang dibiarkan terbengkalai dan tertutup semak menunjukkan bahwa Kades Dominikus Tae Seran mengabaikan instruksi tegas dari Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, yang selama ini menekankan pentingnya kebersihan lingkungan dan pemeliharaan infrastruktur desa, termasuk jalan usaha tani.
Baca Juga: Kadis PUPR Malaka Gandeng Kepala BBWS NT II Tinjau Titik Kritis Infrastruktur Air dan Irigasi
Instruksi Bupati SBS soal kebersihan lingkungan dan jalan bukan sekadar seremonial, tetapi bagian dari upaya mewujudkan desa-desa yang bersih, tertata, dan berdaya guna.
Ketika kepala desa mengabaikan hal mendasar ini, yang dikorbankan adalah kepentingan dan kenyamanan masyarakat.
Publik mendesak agar Inspektorat Kabupaten Malaka segera turun tangan memeriksa proyek jalan yang tidak jelas ujung pangkalnya ini.
Baca Juga: Menkop Budi Arie Ungkap Resiko Koperasi Desa Merah Putih
Kinerja Kepala Desa Dominikus Tae Seran pun dipertanyakan, terutama soal perencanaan pembangunan yang jauh dari kebutuhan warga serta pengelolaan dana desa yang diduga tidak akuntabel.
Jika tidak segera diusut, proyek-proyek fiktif seperti ini hanya akan terus menggerogoti kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa dan menyia-nyiakan dana publik yang seharusnya berpihak pada kesejahteraan petani.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
