Betun, RaebesiNews.com – Babulu adalah salah satu desa terpencil di Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka.
Selain terpencil, Desa Babulu nyaris tidak diperhatikan pemerintah Kabupaten Malaka.
Pasalnya di Desa Babulu masyarakat susah mendapat akses jaringan internet, air bersih dan akses infrastruktur jalan yang layak.
Keadaan memprihatinkan ini sudah berlangsung puluhan tahun sejak Republik Indonesia merdeka.
Akses jalan hingga hari ini masih berupa pengerasan tanah dan batuan yang apabila musik hujan tiba, sulit sekali dilewati kendaraan roda dua hingga roda empat.
Medannya juga sangat terjal dengan kelokan dan jurang yang menantang.
Akses jalan yang tidak memadai ini sangat disayangkan dan merugikan masyarakat desa Babulu.
Hal ini karena desa Babulu menjadi salah satu wilayah penghasil komoditi seperti Mente, Kelapa, Kemiri, Asam dan jagung.
Tentu, distribusi hasil perkebunan dan pertanian dari desa ke pusat kota sangat sulit. Apabila terpaksa diangkut ke kota, sudah pasti harga ongkos muat lebih tinggi daripada biasanya.
Akses jalan menuju Desa Babulu yang terjal dan bebatuan.
Mirisnya, hasil perkebunan dan pertanian tidak seberapa, namun ongkos muatnya tinggi sekali, akibat medan tempuh yang sangat sulit dijangkau.
Memang benar Kabupaten Malaka masih sangat muda, sebab baru menjadi daerah otonomi baru (DOB) pada tahun 2013 lalu. Namun, itu bukan sebuah alasan untuk tidak membangun di Desa Babulu.
Keadaan miris ini memantik tokoh pemuda Desa Babulu, Yohanes Pedro Amaral Manek, berkomentar.
Pedro menyentil para politisi atau bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Malaka yang suka sekali obral janji saat kampanye.
“Untuk kabupaten Malaka tentunya sudah mulai nampak situasi politiknya. Masyarakat Desa Babulu babulu tentunya akan terlibat dalam proses politik pemilihan kepala daerah tersebut,” ujarnya kepada media RaebesiNews.com.
Pedro mengimbau kepada seluruh masyarakat desa Babulu agar bijaksana dalam memilih calon pemimpin ke depannya.
“Pilkada menjadi momen untuk mengoreksi sudah sejauh mana pemerintah daerah terlibat dalam urusan mensejahterakan masyarakat khususnya Babulu,” ujarnya.
Dia menguraikan, masalah yang paling urgen dialami masyarakat Babulu yakni, air bersih, akses jalan dan juga jaringan internet.
“Dalam beberapa kali saya melihat langsung Pimpinan kabupaten Malaka hadir langsung di Desa Babulu sudah hampir 4 kali mengunjungi masyarakat Babulu. Untuk itu saya berharap dengan kehadiran tersebut bisa ada nuansa perubahan atas salah satu masalah dasar yang dialami masyarakat. Namun sayangnya tidak ada dampak sedikitpun atas kehadiran itu semakin hari akses jalan semakin parah, musim kemarau sudah mulai tiba ditambah lagi akses jaringan internet yang sangat buruk,” urai Pedro Manek.
Pedro Manek berharap agar masyarakat Babulu guna memanfaatkan momentum pollitik ini untuk kepentingan bersama bukan untuk kepentingan segelintir kelompok.
Menurutnya, pesta demokrasi ini menjadi momen untuk mengoreksi kinerja pemerintah daerah sejauh mana pemerintah memperhatikan masalah sosial di masyarakat khususnya Babulu
Jika belum, kata Pedro Manek, maka janji kampanye murahan yang dimainkan 5 tahunan untuk kepentingan kelompok tertentu karena sesungguhnya esensi dari berpolitik adalah untuk kesejahteraan masyarakat bukan untuk kepentingan pribadi.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











