RaebesiNews.com – Pemerintah Desa Harekakae di bawah kepemimpinan Kepala Desa Petrus Klau Luan menunjukkan kepedulian nyata terhadap isu lingkungan.
Pada Sabtu (28/06/2025), Kades Petrus memimpin langsung aksi bersih-bersih drainase dan pembersihan sampah di sepanjang jalan utama Bakateu – Harekakae.
Desa Harekakae bukan desa biasa. Terletak di jantung kota Betun, desa ini menjadi kawasan strategis dengan kehadiran sejumlah kantor penting milik Pemerintah Kabupaten Malaka, seperti Kantor Pertanahan, Dinas Sosial, Dinas Peternakan, hingga Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) Harekakae.
Baca Juga: Sampah Tak Terurus di Era Simon Nahak, Kini Kota Betun Bersih di Tangan SBS-HMS
Aktivitas publik yang tinggi menjadikan Harekakae sebagai salah satu titik keramaian dan tentu saja, memicu timbulnya persoalan sampah dan kebersihan lingkungan.
Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Desa bergerak cepat. Aksi bersih drainase pun menjadi langkah konkret dalam menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat.
“Sesuai instruksi Bupati Malaka terkait kebersihan lingkungan, kami Pemdes Harekakae siap dan sudah laksanakan. Harekakae adalah salah satu desa padat di Kabupaten Malaka dan berada di pusat kota Betun. Kami tidak mau ada sampah di desa kami,” tegas Petrus Klau Luan kepada RaebesiNews.com.
Baca Juga: Wakil Bupati Malaka Turun Langsung Perbaiki Jalan Rusak di Sanleo: Dari Jakarta ke Desa untuk Rakyat
Pantauan media ini di lokasi, Kades Petrus Klau Luan tampak memimpin langsung proses pembersihan bersama perangkat desa dan puluhan warga. Mereka bekerja bergotong-royong membersihkan drainase yang sebelumnya dipenuhi lumpur dan sampah rumah tangga.
Dengan peralatan sederhana seperti cangkul, sekop, dan karung bekas, mereka mengangkat endapan kotoran dari saluran air dan menampung sampah ke dalam karung untuk dibuang ke tempat pembuangan sementara.
Tak butuh waktu lama, hasil kerja keras warga pun membuahkan hasil. Saluran air yang tadinya mampet kini mengalir lancar. Jalanan terlihat bersih, dan semangat gotong royong begitu terasa di wajah setiap warga yang terlibat.
Menurut Kades Petrus, kegiatan semacam ini akan terus dilakukan secara rutin sebagai bentuk komitmen Pemerintah Desa terhadap kebersihan dan kenyamanan lingkungan.
Ia juga menegaskan bahwa kebersihan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh lapisan masyarakat.
“Kalau kita mau hidup sehat, maka kita harus mulai dari lingkungan kita sendiri. Sampah tidak bisa buang sembarangan. Drainase yang tersumbat bisa sebabkan banjir, bisa timbul penyakit. Jadi lebih baik kita cegah bersama,” tambahnya.
Baca Juga: Carlos Monis Gugat Bupati Malaka, Tapi Ogah Pakai Pengacara Lokal
Aksi bersih-bersih ini mendapat apresiasi dari warga yang merasa senang melihat desa mereka menjadi lebih bersih dan rapi. Beberapa warga berharap kegiatan serupa bisa terus dilanjutkan dan menjadi budaya di lingkungan mereka.
Langkah yang diambil Pemerintah Desa Harekakae sejalan dengan semangat perubahan yang digaungkan oleh Bupati Malaka dr. Stefanus Bria Seran (SBS), yang sejak awal kepemimpinannya kembali telah menekankan pentingnya kebersihan kota dan desa.
Gerakan peduli lingkungan yang lahir dari desa-desa seperti Harekakae menjadi bukti bahwa pembangunan tak hanya soal infrastruktur besar, tetapi juga menyentuh hal-hal mendasar seperti kebersihan dan kesehatan masyarakat.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











