Rasionalisasi Besar-Besaran! Prabowo Targetkan Hanya 200 BUMN Tersisa

IMG 20251016 WA0015 1598588003

RAEBESINEWS.COM – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan arah kebijakan baru pemerintah dalam melakukan rasionalisasi besar-besaran terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Langkah ini dilakukan untuk memperkuat efisiensi dan daya saing perusahaan pelat merah agar mampu bersaing di tingkat global.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam dialog bersama Chairman Forbes Media, Steve Forbes, di ajang Forbes Global CEO Conference 2025 yang digelar di St. Regis, Rabu (15/10).

Baca Juga: Presiden Prabowo Akui Sudah Puluhan Tahun Perjuangkan Palestina, Ini Yang Disampaikan!

“Saya sudah memberikan arahan kepada pimpinan Danantara untuk merasionalisasi semuanya, memangkas dari 1.000 BUMN menjadi angka yang lebih rasional mungkin 200, atau 230, 240 dan kemudian menjalankannya dengan standar internasional,” ujar Prabowo.

Prabowo menjelaskan, reformasi BUMN menjadi bagian penting dari upaya pemerintah untuk memperbaiki tata kelola, menghapus inefisiensi, serta memastikan seluruh BUMN beroperasi secara profesional.

“Saya sudah mengatakan kepada manajemen Danantara agar menjalankan BUMN dengan standar bisnis internasional. Anda bisa mencari otak terbaik, talenta terbaik,” tegasnya.

Baca Juga: Usai Tiba di Tanah Air, Presiden Prabowo Langsung Pimpin Rapat Bahas Isu Strategis Nasional

Lebih lanjut, Prabowo mengungkapkan bahwa pemerintah telah mengubah sejumlah regulasi untuk membuka kesempatan bagi profesional asing (ekspatriat) agar bisa memimpin perusahaan BUMN di Indonesia.

“Saya telah mengubah regulasi. Sekarang ekspatriat, non-Indonesia, bisa memimpin BUMN kami,” ucapnya.

Menurut Prabowo, reformasi ini bertujuan untuk menciptakan tata kelola korporasi yang sehat dan kompetitif, sekaligus menarik minat investor global.

Baca Juga: Prabowo Beberkan Hasil KTT Gaza: Gencatan Senjata Berjalan, Awal Baik bagi Perdamaian

Ia menilai, sudah saatnya BUMN dijalankan dengan pendekatan bisnis yang modern dan efisien.

 

Selain berbicara soal restrukturisasi BUMN, Prabowo juga menyoroti pentingnya pemimpin politik memahami ekonomi dan bisnis agar kebijakan publik yang diambil dapat berbasis data dan rasionalitas.

“Kadang-kadang ada keterputusan antara pelaku ekonomi dan pelaku politik. Banyak pemimpin politik tidak mau mengerjakan pekerjaan rumahnya, mungkin takut dengan angka atau takut dengan bisnis,” ungkapnya.

Baca Juga: Indonesia Diakui Dunia: Trump Sebut Prabowo Pemimpin Luar Biasa di KTT Gaza

Prabowo menekankan, generasi muda Indonesia yang bercita-cita menjadi pemimpin politik harus memiliki pemahaman kuat tentang dunia usaha dan ekonomi agar mampu membawa bangsa menuju kemajuan yang berkelanjutan.

“Saya kira sekarang menjadi kewajiban bagi para pemimpin muda Indonesia yang ingin menjadi pemimpin politik untuk memahami bisnis dan ekonomi,” tutupnya.***

 

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *