RaebesiNews.com – Hamparan jagung muda di Desa Weseben tampak hijau merata, tumbuh kuat, dan menunjukkan kondisi pertumbuhan yang sangat baik. Barisan tanaman yang tersusun rapi mengikuti jalur pengolahan tanah menjadi bukti bahwa musim tanam tahun ini dimulai dengan persiapan yang tepat. Banyak petani yang mulai yakin bahwa panen kali ini akan lebih menjanjikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Pertumbuhan jagung ini tidak terlepas dari program balik tanah gratis yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Malaka di bawah kepemimpinan Bupati Stefanus Bria Seran (SBS) dan Wakil Bupati Henri Melki Simu (HMS). Program ini memudahkan petani untuk mengolah lahan tanpa mengeluarkan biaya besar, sekaligus mempercepat proses tanam agar hasil pertanian lebih optimal.
Bupati SBS: “Tanah Malaka adalah yang tersubur di Pulau Timor”
Dalam beberapa kesempatan, Bupati SBS selalu menegaskan bahwa Kabupaten Malaka memiliki tanah yang sangat subur karena wilayah ini merupakan muara dari tiga kabupaten di Timor, yaitu TTU, TTS, dan Belu. Endapan tanah yang dibawa dari tiga wilayah tersebut membuat struktur tanah Malaka lebih kaya unsur hara dan cocok untuk berbagai jenis tanaman pangan.
“Tanah Malaka adalah yang tersubur di Pulau Timor. Dengan tanah yang diwariskan Tuhan begitu subur, pemerintah harus hadir dengan kebijakan yang pro rakyat. Karena itu kita buat kebun gratis bagi masyarakat. Pada intinya, rakyat tidak boleh lapar di tanah yang subur,” tegas Bupati SBS.
Pernyataan ini menjadi dasar kuat dari berbagai program pertanian yang digulirkan SBS HMS, termasuk balik tanah gratis, perbaikan irigasi, dan pendampingan pertanian di seluruh kecamatan.
Petani Terbantu, Pertumbuhan Tanaman Lebih Baik
Sebelum program ini berjalan, banyak petani harus membayar mahal untuk membajak lahan, atau menunggu lama karena keterbatasan alat. Tahun ini, lahan-lahan di Weseben bisa dikerjakan lebih cepat, rapi, dan bersih dari gulma. Petani mengaku bahwa tanah yang dibalik pemerintah jauh lebih gembur sehingga bibit jagung tumbuh cepat dan seragam.
Irigasi Benenai Menjaga Ketersediaan Air
Selain pengolahan lahan, irigasi memainkan peran penting. Bendung Benenai yang kini dikelola lebih baik memastikan air tetap mengalir ke lahan pertanian. Pemerintah rutin mengecek dan membersihkan saluran untuk menjamin kelancaran suplai air.
Dengan dukungan air yang cukup, jagung tidak mengalami hambatan pada fase pertumbuhan awal. Daunnya tampak hijau dan segar, menandakan tanaman berada dalam kondisi yang sehat.
Harapan Panen Meningkat
Melihat pertumbuhan yang baik ini, petani Weseben mulai optimis bahwa panen jagung kali ini akan meningkat. Jika proses pemupukan dan perawatan dilanjutkan secara teratur, hasil yang diperoleh diperkirakan jauh lebih baik daripada musim sebelumnya.
Pertumbuhan jagung di Weseben menjadi bukti bahwa ketika tanah yang subur dikelola dengan kebijakan yang tepat, rakyat akan merasakan manfaatnya. Pemerintah hadir dengan program pro rakyat, petani bekerja dengan semangat, dan hasilnya adalah harapan baru bagi ketahanan pangan Malaka.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











