RaebesiNews.com – Bakal calon wakil bupati kabupaten Malaka pasangan Stefanus Bria Seran menegaskan, bupati dan wakil bupati harus akur dalam melaksanakan tugas pelayanan.
Pernyataan ini disampaikan Henri Melki Simu (HMS) dalam setiap kesempatan sosialisasi di berbagai desa di Kabupaten Malaka.
Menurut HMS, bupati dan wakil bupati itu tidak boleh cekcok. Hal ini agar pelayanan terhadap masyarakat dapat berjalan baik dan terlaksana.
“Bupati dan wakil bupati tidak boleh cekcok terus. Kalau cekcok, masyarakat yang jadi korban karena tidak akan berjalan dengan baik implementasi dari program kerja,” kata Henri Melki Simu.
Politisi kawakan partai Golkar Malaka ini juga menyampaikan bahwa tidak akurnya bupati dan wakil bupati karena ‘rakus’.
“Bakalai ini karena baku rampas to? itu namanya rakus. Kalau tidak baku rampas, saya rasa pasti akur,” ujar Henri Melki Simu.
Lanjut Henri, paket SBS – HMS sudah berkomitmen untuk mengurus rakyat Malaka apabila terpilih sebagai bupati dan wakil bupati Kabupaten Malaka.
“Ada yang bilang kalau saya dengan SBS tidak akan bertahan lama, pasti 2 bulan saja sudah bakalai. Saya tegaskan, kalau pun ada salah paham, saya yang akan duluan meminta maaf,” kata Henri Melki Simu.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RaebesiNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
