5 Keberuntungan SNKT yang Diprediksi Hilang Pada Pilkada 2024

IMG 20200905 WA0022

RaebesiNews.com – Pada Pilkada Malaka tahun 2020 kali lalu, ada dua pasangan calon yang bertarung di Pilkada Malaka tahun 2020. Keduanya, yakni pasangan Stefanus Bria Seran (petahana) dan Wandelinus Taolin (SBS-WT) dan pasangan Simon Nahak dan Kim Taolin (SN-KT).

Paket SBS-WT diusung oleh enam partai besar, yakni Golkar, NasDem, Demokrat, PDI Perjuangan, Hanura dan Gerindra. Dari enam partai tersebut, Paslon SBS-WT diperkuat oleh 20 orang anggota DPRD Kabupaten Malaka.

Sedangkan, di kubu penantang paket SN-KT ada Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), PSI, dan Perindo dengan jumlah lima kursi di DPRD Malaka. Memenuhi syarat, paslon SN-KT resmi menjadi lawan sang petahana dan mendaftar di KPU Malaka pada 6 September 2020.

Namun, pada Pilkada Malaka 2024 kali ini, kemungkinan besar ada 3 Paket yang akan berkompetisi meraih kemenangan.

Sebut saja, ada Simon Nahak sang petahana, Stefanus Bria Seran sang mantan bupati dan Kim Taolin sang wakil yang hendak naik tingkat.

Berikut ulasan menarik terkait keberuntungan paket SNKT yang diprediksi hilang pada Pilkada Malaka 2024.

1. PKB Tetap pada Pendirian Lawan SBS

Pada periode lalu, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengusung Taolin Ludovikus dan Benny Chandradinata (TABE). Walaupun mengalami kekalahan, namun konsistensi kader PKB tetap solid sebagai oposisi pemerintahan Stefanus Bria Seran dan Daniel Asa.

Prinsip itu berlangsung selama 5 tahun kepemimpinan Stefanus Bria Seran sebagai Bupati Malaka. Buktinya, pada kompetisi Pilkada Malaka kali ini, bersama PSI dan Perindo, PKB berkomitmen mengusung Simon Nahak dan Kim Taolin sebagai penantang paslon SBS-WT.

Dengan kekuatan 5 kursi di DPRD Malaka, paslon SN-KT membawa nama “Koalisi Kerakyatan Mantap” melawan petahana, Stefanus Bria Seran.

Untuk prinsip kuat itu, PKB dikagumi oleh masyarakat kecil Malaka yang mengharapkan pemimpin baru di kabupaten tersebut.

Fakta saat ini, PKB dipastikan akan mendukung penuh Kim Taolin yang akan maju sebagai calon bupati Malaka. Hal ini karena pecah kongsi antara SN dan KT pada tahun 2024 saat ini.

2. Perindo Mengusung Kader Terbaiknya

Sebelumnya pada pemilihan legislatif tahun 2019, Perindo NTT mencalonkan Dr. Simon Nahak sebagai Caleg DPR RI untuk Daerah Pemilihan NTT II.

Walaupun tidak lolos ke Senayan (DPR RI), kehadiran sosok Simon Nahak yang adalah pengacara dan dosen hukum di Bali cukup menarik perhatian masyarakat Kabupaten Malaka.

Sosok Simon Nahak yang apa adanya dan santun dalam bertutur kata akhirnya didaulat sebagian besar masyarakat Kabupaten Malaka sebagai tokoh pendatang baru dalam dunia politik.

Bahkan masyarakat kecil Malaka berkata,” Ya pak Simon tidak lolos sebagai anggota DPR RI karena kami mengharapkan dia menjadi Bupati Malaka tahun 2020.”

Oleh karena itu, Perindo bertekad mengusung Simon Nahak bersama PSI dan PKB didampingi oleh Kim Taolin. Keduanya maju sebagai penantang Stefanus Bria Seran dan Wendelinus Taolin pada Pilkada Malaka tahun 2020 ini.

Dalam keputusan terbaik ini, Perindo konsisten mengusung kader terbaiknya.

Namun hal berbeda akan terjadi di Pilkada Malaka 2024. Pada awal pemerintahan SN sebagai Bupati Malaka, dirinya “berpaling” dari Perindo dan berlabu ke partai besutan Megawati Soekarnoputeri, PDI Perjuangan.

Sudah pasti, Perindo yang pada pemilihan legislatif 2024 memperoleh 1 kursi DPRD, tidak akan lagi mendukung Simon Nahak.

3. PSI Nyatakan Sikap Pertama untuk Lawan SBS-WT

Partai Solidaritas Indonesia adalah partai baru yang idealis dan berpihak pada rakyat kecil. Walau partai baru di Indonesia namun di Kabupaten Malaka PSI menyumbangkan 1 kursi di DPRD Malaka dari 25 anggota dewan.

Tahun 2019 lalu, PSI adalah partai politik pertama yang menyatakan sikap untuk mendukung Simon Nahak dan Kim Taolin sebagai bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Malaka.

Setelah itu, baru datang bergabung Perindo dan PKB dengan jumlah 5 kursi di DPRD Malaka, dari 3 partai tersebut.

Pilkada tahun 2024 sepertinya berbeda. PSI menunjukkan powernya dengan memperoleh 3 kursi di pemilihan legislatif periode ini.

PSI cukup kecewa karena Bupati Simon Nahak dinilai kurang memperhatikan para pendukungnya, terutama Sis dan Bro PSI yang menjadi pilar utama kemenangan SN-KT.

4. SN-KT Didukung Kaum Perempuan di Malaka

Pesta politik kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Biasanya kaum pria lebih dominan untuk urusaan kegiatan politik.

Namun situasi berbeda terjadi pada Pilkada Malaka tahun 2020. Ribuan perempuan menyatakan sikap untuk mendukung Simon Nahak dan Kim Taolin menjadi Bupati dan Wakil Bupati Malaka periode 2020-2026.

Atas dasar perjuangan emansipasi wanita dan ingin diberdayakan, akhirnya ribuan perempuan yang menamakan diri Sis SN-KT itu terjun berpolitik memenangkan SN-KT setiap harinya.

Komunitas dadakan itu disponsori oleh PSI dan dibina oleh istri dari Kim Taolin, Ceicilia Bere Buti.

“Kami mengharapkan perubahan dan mau berpartisipasi dalam pembangunan di Rai Malaka. Selama ini kami sama sekali tidak dipakai dalam segala kegiatan di Malaka. Padahal semua kegiatan entah apa pun bentuk dan jenisnya, tanpa keterlibatan kaum perempuan, maka kegiatan itu dipastikan tidak akan berlanjalan lancar,” ungkap Ceicilia Bere Buti.

Terdata di sekretariat SN-KT, Sis SN-KT ini sudah berjumlah hampir mendekati angka dua puluh ribu.

Mereka terdiri dari para ibu rumah tangga, aktivis perempuan dan kaum muda yang belum mendapatkan pekerjaan di Malaka.

Kali ini, kaum perempuan Kabupaten Malaka sepertinya tidak lagi mendukung Simon Nahak. Mereka lebih cenderung pasif berpolitik. Hal ini karena kurangnya pemberdayaan kaum perempuan yang dilakukan oleh Bupati Simon Nahak.

5. Simon dan Kim Dibiayai oleh Masyarakat Kecil di Malaka

Catatan dan pantauan VoxNtt.com selama masa kampanye, SN-KT di seluruh pelosok Rai Malaka, disambut antusias luar biasa dari masyarakat pendukung.

Saking cintanya kepada dua sosok ini, masyarakat pendukung Simon dan Kim berpatungan dengan sukarela demi melancarkan kegiatan kampanye dari paslon SN-KT.

Mereka mengumpulkan uang, beras, singkong, jagung dan bahan makanan lainnya untuk menanti sang calon Bupati dan Wakil Bupati datang menyampaikan visi dan misinya.

Tanpa disuruh atau bahkan tanpa diintimidasi, mereka memberikan sumbangan dengan sukarela serta tulus iklhas.

Mereka ini adalah masyarakat yang tidak pernah mendapatkan sentuhan pembangunan dari pemerintah setempat.

Kepada Simon dan Kim mereka menaruh harapan perubahan jika terpilih menjadi pemimpin di Malaka.

Hampir dipastikan selama masa kampanye ini, paslon SN-KT tidak pernah mengeluarkan biaya dalam jumlah yang besar untuk kegiatan di masyarakat. Hal ini lazim untuk kegiatan atau hajatan politik selevel Pilkada.

Kemungkinan, politik kali ini berbeda dengan kali lalu. Masyarakat sudah jenuh dengan gaya politik kaum elit.

Beberapa alasan mendasar adalah naiknya harga beras dan jagung. Sulitnya lapangan pekerjaan, sulitnya mendapatkan pupuk yang bersubsidi dan masih banyak kesulitan lainnya.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Exit mobile version