RAEBESINEWS.COM – Presiden RI Prabowo Subianto memerintahkan investigasi menyeluruh atas kasus keracunan massal yang terjadi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah.
Sebagai langkah cepat, Prabowo menginstruksikan agar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bermasalah ditutup sementara sambil menunggu hasil evaluasi.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan instruksi presiden sudah dibahas dalam rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga.
Baca Juga: Prabowo Pulang dari Belanda Bawa Kabar Mengejutkan: 30 Ribu Artefak Dikembalikan
“Keselamatan anak adalah prioritas utama. Atas arahan Presiden, SPPG yang bermasalah ditutup untuk sementara dan dilakukan investigasi,” ujar Zulhas dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (28/9).
Menurutnya, evaluasi akan menitikberatkan pada kedisiplinan, kualitas, dan standar kemampuan juru masak di setiap SPPG.
Ia menambahkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, diminta aktif mengawasi program MBG.
Baca Juga: Banyak Kepala Negara Telepon Prabowo Usai Pidato di PBB, Apa yang Mereka Sampaikan?
Pemerintah juga meminta Kementerian Kesehatan mengoptimalkan peran Puskesmas untuk melakukan pemantauan secara rutin di lapangan.
“Semua langkah diambil terbuka agar masyarakat yakin makanan yang disajikan aman dan bergizi,” jelas Zulhas.
Sehari sebelumnya, Presiden Prabowo menegaskan kasus keracunan yang menimpa peserta program MBG merupakan masalah besar yang harus segera diselesaikan.
Baca Juga: Keracunan Massal Bayangi Program MBG, Begini Respons Tegas Presiden Prabowo
“Pasti ada kekurangan dari awal, tapi saya yakin kita akan selesaikan dengan baik,” kata Prabowo di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (27/9).
Prabowo mengatakan dirinya terus memantau perkembangan meski baru tiba dari kunjungan luar negeri.
Ia berencana memanggil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana bersama sejumlah pejabat terkait untuk membahas langkah penanganan.
Baca Juga: Prabowo Janji Tuntaskan Kasus Keracunan Program Makan Bergizi Gratis
Presiden juga mengingatkan agar kasus ini tidak dipolitisasi.
“Tujuan program ini untuk anak-anak yang sering kesulitan makan. Untuk memberi makan jutaan anak tentu ada hambatan, dan itu akan kita atasi,” tegasnya.
Badan Gizi Nasional selaku penanggung jawab program juga memperketat pengawasan.
Baca Juga: Tiba di Belanda, Presiden Prabowo Diterima dengan Upacara Kehormatan
Wakil Kepala BGN Nanik S. Deyang mengatakan seluruh dapur mitra yang sebelumnya terlibat kasus keracunan sudah mendapat surat peringatan.
“Verifikasi sekarang jauh lebih ketat. Jika ada dapur tidak memenuhi standar juknis, operasional langsung dihentikan. Tidak ada toleransi,” ujarnya di Jakarta, Jumat (26/9).
Tim inspeksi gabungan dari BPOM, Dinas Kesehatan, dan kepolisian akan turun langsung memeriksa kondisi dapur penyedia makanan MBG.
Baca Juga: Dari Ibu Rumah Tangga Jadi Juru Masak: Kisah Bu Eem Bersama MBG
Diketahui, dalam beberapa pekan terakhir terjadi lonjakan kasus keracunan usai konsumsi menu MBG di sejumlah daerah.
Ratusan siswa dilaporkan sempat menjalani perawatan medis akibat insiden tersebut.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
