Pius Rengka: PMKRI Tidak Punya Tradisi Minta Duit Kepada Siapapun

FB IMG 1743416206096

RaebesiNews.com – Beberapa hari terakhir publik Malaka dihebohkan dengan berita ketua PMKRI Malaka minta uang tiket ke Jakarta di Wakil Bupati Malaka.

Permintaan itu dilakukan melalui pesan WhatsApp bersama Wakil Bupati Malaka, selang beberapa jama usai demo Pemkab Malaka.

Terkait hal itu, banyak pro dan kontra masyarakat saling serang di media sosial.

Ketua PMKRI Malaka tidak terima dengan konfirmasi dari Wakil Bupati Malaka di Marga PMKRI Malaka.

Yang mana saat itu dipastikan bahwa dirinyalah yang mengirim pesan WhatsApp kepada Wakil Bupati Malaka perihal minta uang tiket ke Jakarta tersebut.

Hebohnya lagi, ketua PMKRI Malaka melaporkan akun Youtube SBS HMS yang menayangkan hasil konfirmasi tersebut ke Kepolisian Resort Malaka.

Pasalnya, ketua PMKRI Malaka merasa difitna, dihina dan dipermalukan oleh akun Youtube tersebut.

Terkait hal itu, senior PMKRI NTT Pius Rengka ikut berkomentar melalui media RaebesiNews.com.

Menurut wartawan senior NTT itu PMKRI tidak punya tradisi minta – minta duit kepada siapapun kecuali berdasarkan proposal untuk kepentingan organisasi seperti kegiatan LKTD, LKTM dan LKTN.

Selain itu, Pius Rengka menegaskan bahwa demonstrasi tidak dapat dibenarkan dipakai untuk kepentingan memeras.

Tetapi demonstrasi selalu bertujuan untuk memperjuangkan kebenaran, kebaikan dan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat.

“Anggota PMKRI tidak dapat dibenarkan untuk menggunakan PMKRI untuk motivasi ekonomi pribadi karena PMKRI adalah organisasi mahasiswa yang didirikan dengan tujuan utama pembinaan dan kaderisasi kepemimpinan berbasis spiritualitas Katolik dengan tiga pilar utama yaitu intelectuality, fraternity, christianity. Artinya seluruh isi perjuangan PMKRI berbasis spiritualitas Katolik dengan semangat persaudaraan dan menggunakan ilmu pengetahuan atau akal sehat,” tegas senior PMKRI NTT itu saat dihubungi RaebesiNews.com, Senin (31/03/2025).

Selain itu, mantan staf khusus Gubernur Viktor Laiskodat ini menyampaikan bahwa etika universal PMKRI itu adalah cara atau metode yang menegaskan moralitas Katolik tetapi dengan penggunaan ilmu pengetahuan yang objektif, tetapi dengan semangat persaudaraan.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Exit mobile version