Peralihan dari 4G ke 5G di Indonesia, Pasar Smartphone Alami Pertumbuhan Signifikan

tlp 1861899934

RAEBESINEWS.COM-Pertumbuhan pasar smartphone 5G di Indonesia mengalami peningkatan tajam sepanjang tahun 2024. 

Fenomena ini mengindikasikan adanya peralihan nyata dari jaringan 4G ke teknologi 5G di kalangan masyarakat Indonesia.

Firma riset terkemuka, International Data Corporation (IDC), melaporkan bahwa pangsa pasar ponsel 5G meningkat tajam menjadi 25,8% selama tahun lalu. 

Baca Juga: 3 Shio Paling Hoki Minggu 11 Mei 2025: Keberuntungan Siap Datang!

Padahal, pada tahun 2023, pangsa pasar tersebut masih berada di angka 17,1%. 

Angka ini mencerminkan pertumbuhan pesat dalam adopsi teknologi 5G di Tanah Air.

Faktor utama pendorong tren ini adalah peluncuran berbagai model smartphone 5G baru yang ditawarkan dengan harga lebih terjangkau. 

Baca Juga: Bupati SBS Tegaskan OPD yang Tak Bayar Pajak Kendaraan Dinas Terancam Diberhentikan Sementara

Tidak hanya terbatas pada merek tertentu, namun hampir semua produsen besar ikut meramaikan pasar dengan produk 5G yang kompetitif.

Samsung menjadi pemimpin dalam pangsa pasar ponsel 5G di Indonesia. 

Perusahaan asal Korea Selatan ini menunjukkan performa penjualan yang konsisten dan unggul dibandingkan kompetitornya. 

Baca Juga: 5 Kepala Daerah Paling Berpengaruh di NTT: Silahkan Cek Bupati Anda !

Sementara itu, Oppo juga mencatatkan pertumbuhan penjualan yang mengesankan, khususnya pada akhir tahun 2024.

Salah satu faktor utama yang mempercepat peralihan 4G ke 5G di Indonesia adalah turunnya harga jual rata-rata (ASP) ponsel 5G. 

IDC mencatat bahwa ASP untuk ponsel 5G turun sebesar 20,4% sepanjang 2024. 

Kini, rata-rata harga ponsel 5G berada di angka US$441 atau sekitar Rp 7,2 juta. 

Baca Juga: Dean James Pulih dari Cedera, Kabar Baik untuk Timnas Indonesia Jelang Laga Kontra PEC Zwolle

Penurunan ini menjadikan ponsel 5G lebih mudah diakses oleh berbagai lapisan masyarakat.

Secara keseluruhan, pasar smartphone Indonesia tumbuh sebesar 15,5% secara tahunan (YOY). 

Pertumbuhan ini terasa signifikan terutama pada kuartal IV-2024 yang mencatat peningkatan 9,6%.

Meski menunjukkan tanda-tanda pemulihan, IDC menyebutkan bahwa pasar belum sepenuhnya pulih. 

Baca Juga: Bupati SBS: Rakyat Butuh Jalan dan Makanan yang Cukup Bukan Gedung Mewah

Konsumen masih cenderung berhati-hati karena ketidakpastian politik dan ekonomi global yang tengah berlangsung. 

Vanessa Aurelia, Research Analyst IDC Indonesia, menuturkan bahwa pertumbuhan diperkirakan akan melambat dan hanya mencatatkan kenaikan satu digit rendah pada tahun 2025.

Berikut adalah daftar lima merek yang menguasai pasar ponsel di Indonesia berdasarkan pangsa pasar sepanjang tahun 2024: Transsion – 18,3%, Oppo – 17,8%, Samsung – 16,5%, Xiaomi – 15,3% dan Vivo – 14,8%. 

Dominasi lima merek ini memperlihatkan dinamika pasar yang sangat kompetitif dan menggambarkan preferensi konsumen Indonesia terhadap merek-merek yang menyediakan teknologi terbaru dengan harga bersaing.

Baca Juga: Kopdes Merah Putih Di Malaka Segera Diluncurkan, Desa Kateri dan Lakekun Barat Jadi Pelopor

Peralihan 4G ke 5G di Indonesia tidak hanya ditunjukkan melalui lonjakan penjualan smartphone 5G, tetapi juga didorong oleh strategi harga yang agresif dari berbagai merek. 

Meskipun pasar belum sepenuhnya pulih, tren ini menandai optimisme terhadap teknologi 5G dan potensi adopsinya yang lebih luas di masa mendatang.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Exit mobile version