RaebesiNews.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Malaka di bawah kepemimpinan Bupati Stefanus Bria Seran dan Wakil Bupati Henri Melki Simu untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terus diwujudkan melalui tindakan nyata di lapangan.
Salah satu fokus utama pemerintahan SBS HMS adalah memastikan masyarakat kecil, khususnya para lansia, janda, dan keluarga kurang mampu, dapat memiliki tempat tinggal yang layak. Upaya ini tidak hanya menjadi program kebijakan di atas kertas, tetapi juga diwujudkan melalui kerja nyata dan semangat gotong royong.
Pada Rabu, (11/03/2026) Wakil Bupati Malaka Henri Melki Simu kembali turun langsung ke Desa Biudukfoho, Kecamatan Rinhat, untuk memimpin kerja gotong royong pembangunan fondasi rumah bagi seorang janda lanjut usia, Nenek Yosefina Abuk.
Kehadiran Wakil Bupati di desa tersebut bukan sekadar kunjungan seremonial. Ia datang bersama tim dari berbagai perangkat daerah, termasuk Satpol PP, Dinas Sosial, Dinas PUPR, serta tim dari Rumah Jabatan Wakil Bupati. Turut hadir pula jajaran Dinas Kominfo Kabupaten Malaka, Camat Rinhat, dan para kepala desa se-Kecamatan Rinhat.
Di lokasi pembangunan, mereka bersama-sama memulai pekerjaan fondasi rumah untuk Nenek Yosefina Abuk. Dengan alat sederhana dan semangat kebersamaan, para pejabat daerah itu ikut bekerja bersama masyarakat setempat.
Aksi sosial ini merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa yang sebelumnya dilakukan di Desa Weoe, Kecamatan Wewiku. Saat itu, Wakil Bupati Henri Melki Simu bersama tim pemerintah daerah juga membangun fondasi rumah untuk seorang janda lanjut usia lainnya, Nenek Maria Bano.
Langkah ini menunjukkan bahwa perhatian pemerintah daerah terhadap masyarakat kecil tidak bersifat insidental, melainkan menjadi gerakan sosial yang terus berlanjut.
Menariknya, pembangunan rumah untuk Nenek Yosefina Abuk tidak sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah. Dalam semangat kebersamaan, Wakil Bupati, Camat Rinhat, serta para kepala desa di wilayah tersebut secara sukarela patungan dana untuk membantu pembangunan rumah yang layak bagi sang nenek.
Gotong royong itu menjadi gambaran kuat tentang bagaimana solidaritas sosial masih hidup di tengah masyarakat Malaka. Para pemimpin daerah tidak hanya memerintah dari balik meja, tetapi hadir langsung di tengah masyarakat, mengangkat batu, mencampur semen, dan memulai harapan baru bagi warga yang membutuhkan.
Program pembangunan rumah layak huni bagi warga kurang mampu ini juga menjadi bagian dari visi besar pemerintahan Stefanus Bria Seran dan Henri Melki Simu untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat Malaka dari kebutuhan yang paling mendasar.
Di desa kecil seperti Biudukfoho, di antara bukit dan ladang yang sunyi, kerja gotong royong itu menjadi cerita tentang kepemimpinan yang dekat dengan rakyat, sebuah kepemimpinan yang tidak hanya berbicara tentang pembangunan, tetapi juga menghadirkan harapan bagi mereka yang selama ini hidup dalam keterbatasan.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
