RaebesiNews.com – Aroma nepotisme dan dugaan penyalahgunaan dana desa menyeruak dari Desa Nanin, Kecamatan Rinhat, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur.
Nama Kepala Desa, Susana Noni Klau, kini terseret dalam pusaran isu miring setelah muncul sejumlah kejanggalan dalam pengelolaan anggaran desa tahun 2023.
Proyek pembangunan dua unit rumah permanen dan rehabilitasi dua unit rumah lainnya yang menelan anggaran Rp110 juta ternyata belum menunjukkan hasil memuaskan. Warga menduga pengerjaan rumah tersebut mangkrak, sementara proyek rehabilitasi disebut hanya berupa pengecatan ringan.
Baca Juga: Dari Anak Petani Jadi Wakil Bupati: Henri Melki Simu dan Mimpinya Membawa Malaka Jadi Lumbung Pangan
“Tidak ada perubahan berarti. Hanya dicat ulang, itu pun seadanya,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Tak berhenti di situ, program bantuan ternak babi yang seharusnya menyasar warga miskin justru dinikmati oleh salah satu kepala sekolah sebanyak dua kali.
Hal ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai mekanisme seleksi penerima bantuan dan potensi konflik kepentingan dalam pengelolaan program desa.
Lebih mengejutkan lagi, dana desa juga diduga digunakan untuk menggaji tutor PAUD yang belum mengantongi izin operasional.
Baca Juga: Bupati Malaka Tanggapi Demo Mahasiswa: Silakan Demo, Tapi Bawa Bukti Kuat dan Tempuh Jalur PTUN
Padahal, secara aturan, dana desa hanya boleh dialokasikan ke lembaga atau program yang sah secara administratif dan legal.
Peninggalan Kades Lama Tak Jelas Nasibnya
Mantan Kepala Desa Nanin, Emirensiana Luruk, turut angkat bicara. Ia mengaku, saat masa jabatannya berakhir, masih ada dua rumah permanen yang belum ia selesaikan. Namun, ia bertanggung jawab penuh dengan mengembalikan anggaran sebesar Rp90 juta ke kas desa.
“Saya kembalikan dana itu ke kas desa. Saya juga setor kembali Rp34 juta untuk penyelesaian proyek jalan rabat yang belum rampung,” ujarnya.
Sayangnya, hingga kini proyek-proyek tersebut tak kunjung dilanjutkan. Emirensiana sendiri mengaku tidak tahu-menahu tentang keberlanjutan proyek itu di bawah kepemimpinan Susana Noni Klau.
“Tidak tahu desa alihkan ke mana anggarannya,” tambahnya.
Kades Bungkam, Warga Menanti Jawaban
Upaya konfirmasi kepada Kepala Desa Susana Noni Klau hingga kini belum membuahkan hasil. Pesan dan panggilan yang dilayangkan pihak media tidak mendapat respons. Sementara itu, masyarakat terus menanti penjelasan resmi dari pemerintah desa maupun aparat terkait.
Baca Juga: Wakil Bupati Malaka Hadiri Perayaan Bulan Budaya Jemaat GMIT Ebenhaezer Betun
Warga Desa Nanin berharap agar Inspektorat Daerah dan Aparat Penegak Hukum segera turun tangan untuk melakukan audit menyeluruh terhadap penggunaan dana desa. Mereka khawatir, jika hal ini dibiarkan berlarut-larut, maka kepercayaan publik terhadap pemerintah desa akan runtuh sepenuhnya.
Desa Butuh Pemimpin yang Transparan
Transparansi dan akuntabilitas menjadi kata kunci dalam pengelolaan dana desa. Di tengah kondisi desa yang masih tertinggal, setiap rupiah dana harus digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bukan untuk kepentingan segelintir orang.
Kasus di Desa Nanin sepatutnya menjadi peringatan bahwa pengawasan publik dan media sangat penting dalam menjaga amanah pembangunan dari bawah.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
