RaebesiNews.com – Pemerintah Kabupaten Malaka terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan, terutama penyediaan sarana dan prasarana sekolah yang layak bagi peserta didik. Komitmen tersebut kembali dibuktikan melalui kunjungan kerja tim gabungan ke SDI Nunfutu 1, Desa Wekeke, Kecamatan Rinhat, pada Kamis (30/7/2026).
Tim gabungan yang terdiri dari Inspektorat Kabupaten Malaka, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Malaka beserta staf, Camat Rinhat, dan Kepala Desa Wekeke turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi sekolah sekaligus menetapkan langkah cepat agar proses belajar mengajar tetap berlangsung meski di tengah keterbatasan fasilitas.
Dari hasil peninjauan, tim menemukan kondisi SDI Nunfutu 1 sangat memprihatinkan. Sekolah tersebut hanya memiliki tiga ruang kelas permanen yang masih dapat digunakan. Ruang-ruang tersebut diperuntukkan bagi proses belajar mengajar siswa kelas III, IV, V, dan VI.
Sementara itu, siswa kelas I dan II masih menempati bangunan darurat yang kondisinya sudah rusak berat, tidak memenuhi standar keamanan, serta dinilai tidak lagi layak digunakan sebagai ruang belajar.
Menyikapi kondisi tersebut, tim gabungan menyepakati langkah penanganan sementara dengan mengoptimalkan tiga ruang kelas permanen melalui penerapan sistem belajar dua shift.
Pada shift pertama, mulai pukul 07.30 hingga 12.00 Wita, ruang kelas akan digunakan oleh siswa kelas I, II, dan III. Selanjutnya, pada shift kedua mulai pukul 12.30 hingga 17.00 Wita, ruang kelas dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar siswa kelas IV, V, dan VI.
Keputusan tersebut diambil agar seluruh peserta didik tetap dapat mengikuti proses belajar mengajar di ruang kelas yang lebih aman sambil menunggu realisasi pembangunan gedung sekolah yang baru.
Selain menerapkan sistem dua shift, tim juga memutuskan bahwa bangunan darurat yang selama ini digunakan siswa kelas I dan II akan segera dibongkar karena sudah tidak layak dan berpotensi membahayakan keselamatan peserta didik.
Pemerintah Kabupaten Malaka menjelaskan bahwa solusi tersebut bersifat sementara. Di sisi lain, usulan revitalisasi SDI Nunfutu 1 telah diajukan kepada pemerintah pusat melalui program revitalisasi gedung sekolah. Pemerintah berharap usulan tersebut dapat segera disetujui sehingga pembangunan gedung sekolah dapat direalisasikan.
Tim gabungan juga akan kembali menggelar rapat koordinasi di Kantor Camat Rinhat untuk memantapkan langkah-langkah teknis pelaksanaan sistem belajar dua shift sekaligus memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan dengan baik selama masa transisi.
Komitmen terhadap pembangunan infrastruktur pendidikan sejatinya bukan hal baru bagi Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran (SBS). Pada periode kepemimpinannya sebagai Bupati Malaka tahun 2016–2021, SBS pernah mengambil keputusan tegas dengan menutup sebuah sekolah kecil yang menggunakan bangunan darurat karena dinilai tidak layak dan tidak aman bagi peserta didik.
Saat itu, para siswa dipindahkan sementara ke sekolah dasar lain yang berada di desa yang sama agar kegiatan belajar mengajar tidak terganggu. Langkah tersebut sempat menjadi perhatian, namun terbukti menjadi solusi yang tepat. Tidak sampai satu tahun kemudian, sekolah tersebut berhasil memperoleh dukungan pembangunan gedung baru yang memenuhi standar dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidikan, sehingga para siswa kembali belajar di fasilitas yang jauh lebih layak.
Pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa keberanian mengambil keputusan demi keselamatan dan masa depan anak-anak merupakan bagian dari komitmen kepemimpinan SBS. Kini, bersama Wakil Bupati Henri Melki Simu (HMS), semangat yang sama terus dilanjutkan.
Bagi pemerintahan SBS-HMS, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang tidak boleh dikorbankan. Karena itu, persoalan infrastruktur pendidikan tidak bisa ditawar ataupun dikompromikan. Pemerintah daerah akan terus mendata sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan dan memperjuangkan dukungan anggaran, baik melalui APBD maupun pemerintah pusat.
Langkah cepat yang diambil di SDI Nunfutu 1 menjadi bukti bahwa Pemerintah Kabupaten Malaka memilih bertindak daripada membiarkan anak-anak belajar di bangunan yang membahayakan keselamatan mereka. Harapannya, dengan dukungan pemerintah pusat, revitalisasi SDI Nunfutu 1 dapat segera terealisasi sehingga seluruh peserta didik memperoleh ruang belajar yang aman, nyaman, dan memenuhi standar pendidikan.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RaebesiNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
