SBS Ikuti Rapat Bersama Mentan Amran Bahas Bioetanol, Sejalan dengan Fokus Pertanian SBS HMS

IMG-20260921-WA0007
SBS Ikuti Rapat Bersama Mentan Amran Bahas Bioetanol, Sejalan dengan Fokus Pertanian SBS-HMS

RaebesiNews.com – Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, MPH (SBS), menghadiri rapat bersama Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, di Jakarta, Senin, 21 September 2026.

Rapat tersebut diikuti sebanyak 48 bupati dari berbagai daerah di Indonesia dan secara khusus membahas Program Khusus Pemerintah tentang pengembangan bioetanol berbahan baku tebu, jagung dan ubi kayu.

Agenda tersebut berlangsung sejak pagi, tepatnya pukul 06.00 WIB. Bupati Malaka SBS bahkan telah hadir sekitar satu jam sebelum rapat dimulai.

Kehadiran lebih awal tersebut memperlihatkan perhatian SBS terhadap agenda yang berkaitan dengan arah kebijakan pertanian nasional, terlebih sektor pertanian merupakan salah satu bidang yang menjadi perhatian penting dalam pembangunan Kabupaten Malaka di bawah kepemimpinan SBS-HMS.

Usai mengikuti agenda tersebut, SBS menyampaikan apresiasi terhadap pertemuan bersama Menteri Pertanian.

“Rapat ini sangat penting untuk kemajuan sebuah daerah dengan potensinya,” ujar SBS.

Pertanian Malaka dan peluang baru di tingkat nasional

Pembahasan bioetanol menjadi menarik jika dikaitkan dengan kondisi Malaka yang memiliki basis masyarakat agraris dan sektor pertanian sebagai salah satu sumber penghidupan utama masyarakat.

Program bioetanol berbahan baku tebu, jagung dan ubi kayu membuka pembicaraan yang lebih luas mengenai bagaimana hasil pertanian tidak hanya berhenti sebagai komoditas mentah, tetapi dapat dikembangkan menjadi bagian dari rantai nilai yang memberikan manfaat ekonomi lebih besar.

Bagi pemerintah daerah, kebijakan nasional seperti ini penting untuk dipelajari sejak awal. Sebab, setiap daerah memiliki karakteristik lahan, komoditas, kemampuan produksi, infrastruktur, sumber daya manusia dan kebutuhan masyarakat yang berbeda.

Karena itu, kehadiran Bupati Malaka dalam forum tersebut dapat menjadi ruang untuk mengetahui secara langsung arah kebijakan pemerintah pusat sekaligus melihat kemungkinan pengembangan yang sesuai dengan potensi daerah.

Sejalan dengan program SBS-HMS

Sektor pertanian memang menjadi salah satu perhatian utama dalam agenda pembangunan SBS-HMS.

Berbagai program di bidang pertanian diarahkan untuk mendorong pemanfaatan lahan, meningkatkan produktivitas serta memperkuat peran petani sebagai bagian penting dalam pembangunan ekonomi masyarakat.

Salah satu pendekatan yang terus didorong adalah bagaimana lahan pertanian yang tersedia dapat benar-benar produktif dan memberikan hasil bagi masyarakat.

Dalam konteks itulah, pembahasan mengenai bioetanol menjadi relevan.

Jika suatu saat terdapat komoditas yang sesuai untuk dikembangkan sebagai bahan baku bioetanol, maka peluang tersebut tentu membutuhkan kajian yang matang, mulai dari kesesuaian lahan, ketersediaan bahan baku, produktivitas petani, teknologi pengolahan, kebutuhan industri, biaya produksi hingga manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Artinya, peluang tersebut tidak semata-mata berbicara mengenai produksi bahan baku, tetapi juga tentang bagaimana petani dapat masuk dalam sebuah ekosistem ekonomi yang lebih luas.

Dari pertanian menuju nilai tambah

Selama ini, tantangan sektor pertanian di berbagai daerah bukan hanya bagaimana meningkatkan produksi, tetapi juga bagaimana hasil produksi memiliki nilai tambah.

Ketika jagung, ubi kayu, tebu atau komoditas pertanian lainnya dapat dikembangkan menjadi bahan baku industri, maka muncul kemungkinan terbentuknya mata rantai ekonomi baru.

Namun, pengembangan tersebut tetap harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan daerah serta memperhatikan kepentingan petani.

Bagi Malaka, hal ini menjadi bagian penting dari pembicaraan mengenai masa depan pertanian.

Dengan luas lahan dan masyarakat yang banyak menggantungkan kehidupan pada sektor pertanian, kebijakan yang mampu memperkuat produksi sekaligus membuka akses terhadap pasar dan industri menjadi sesuatu yang perlu terus dipelajari.

SBS hadir membawa perspektif daerah

Kehadiran Bupati SBS dalam rapat bersama Menteri Pertanian juga menunjukkan pentingnya kepala daerah mengikuti langsung perkembangan kebijakan pemerintah pusat.

Kebijakan pertanian nasional pada akhirnya akan bersentuhan dengan daerah, termasuk Kabupaten Malaka.

Karena itu, pemerintah daerah perlu mengetahui lebih awal arah program pemerintah pusat agar dapat melihat peluang, mempersiapkan daerah dan melakukan penyesuaian apabila program tersebut nantinya relevan untuk diterapkan.

Rapat pagi di Jakarta ini menjadi salah satu ruang bagi SBS untuk mendapatkan informasi langsung mengenai program pemerintah di sektor pertanian dan energi berbasis bahan baku pertanian.

Bagi pemerintahan SBS-HMS, perhatian terhadap pertanian tidak berhenti pada persoalan menanam dan memanen, tetapi juga bagaimana pertanian dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pada akhirnya, kekuatan pertanian Malaka akan sangat bergantung pada kemampuan mengelola potensi yang ada secara tepat, mulai dari lahan, petani, komoditas, teknologi, pasar hingga kebijakan pemerintah.

Dari Jakarta, Bupati Malaka SBS mengikuti pembahasan bersama Menteri Pertanian. Bagi Rai Malaka, setiap kebijakan nasional yang berkaitan dengan pertanian menjadi peluang untuk dipelajari dan disesuaikan dengan potensi daerah.

Pertanian tetap menjadi salah satu fondasi pembangunan Malaka. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut terus dikembangkan agar tidak hanya menghasilkan produksi, tetapi juga menciptakan nilai tambah dan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RaebesiNews.Com

+ Gabung

Exit mobile version