RaebesiNews.com – Penantian panjang masyarakat petani di Kobalima akhirnya terjawab lewat kerja nyata membantu persoalan para petani oleh Bupati SBS dan Wakil Bupati HMS.
Sedikit gambaran, masyarakat petani di Kecamatan Kobalima memiliki lahan pertanian (sawah) ribuan hektar.
Namun, beberapa tahun terakhir ini hamparan lahan pertanian berupa sawah itu menjadi kering karena kekurangan asupan air dari Bendung Benenain.
Mirisnya, pemerintahan sebelumnya yang menggagas program Swasembada Pangan tidak pernah punya inisiatif mencarikan solusi untuk para petani di Kobalima tersebut.
Beberapa kali, hanya pergi melihat dan merasa prihatin, namun setelah itu hilang tanpa solusi.
Kendala para petani di Kobalima sebenarnya kelihatan sederhana sekali, namun tumpang tindihnya birokrasi kabupaten dan provinsi menjadi kendala besar.
Saluran air yang berhulu di Bendung Benenain ini mengalami penumpukan sendimen di badan saluran yang menyebabkan kurangnya volume air yang disalurkan.
Banyak juga palang pintu yang tersumbat karena tumpukan material sampah dan lumpur.
Alhasil, air yang seharusnya sampai di pematang para petani, habis merembes di sepanjang saluran.
Solusinya hanya satu yakni tumpukan sampah dan material itu harus dinormalisasi.
“Karena cukup tebal dan panjang, makanya harus pakai exavator mini karena tenaga manusia tidak bisa,” ujar salah satu petani di Kobalima.
Rupanya, masih ada orang – orang baik yang prihatin dengan keadaan sulit ini.
Mereka adalah SBS HMS, Bupati dan Wakil Bupati Malaka saat ini periode 2025 – 2030.
Sudah dua pekan terakhir ini, pemerintah dalam hal ini Dinas Pertanian Kabupaten Malaka membantu menguras tumpukan material tersebut menggunakan exavator mini milik dinas.
Datangnya exavator mini milik Dinas Pertanian Kabupaten Malaka ini atas permintaan Wakil Bupati Henri Melki Simu.
“Ini untung pak Wakil Bupati yang minta makanya datang. Dulu kami minta tidak pernah datang. Kasian kami para petani ini,” ujar Endik tokoh masyarakat di Desa Lakekun Barat, Rabu (26/03/2025).
Terpantau media RaebesiNews.com, per hari ini (26/03/2025) kurang lebih sejauh 1 kilometer saluran yang dikeruk dan dapat dipastikan air akan lancar lagi seperti beberapa tahun kemarin.
“Rencananya pengerukan sedimen kita mulai dari BLK 8 sampe BLK 3.
Kami mengutamakan sedimen yang tebal karena endapan sedimen di saluran irigasi di Malaka rata – rata 80cm hingga 1 meter. Oleh karena itu kami utamakan yang tebal supaya air saluran yang nanti dilepas dari bendung bisa sampe ke wilayah Kobalima,” ungkap Endik.
Terima kasih banyak Bapak Bupati dan Wakil Bupati Malaka SBS HMS, sahabat para petani di Malaka,” ungkap Endik.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
