Pemkab Malaka Rekrut Pendamping Desa Bidang Pertanian, Peternakan dan Perikanan, HMS: Seleksi Berdasarkan Kompetensi

Reporter : Frido Umrisu Raebesi Editor: Redaksi RaebesiNews.com
file_00000000ceb881f79f94f360aa5268b0
Pemkab Malaka Rekrut Pendamping Desa Bidang Pertanian, Peternakan dan Perikanan, HMS: Seleksi Berdasarkan Kompetensi

RaebesiNews.com – Pemerintah Kabupaten Malaka di bawah kepemimpinan Bupati dr. Stefanus Bria Seran (SBS) dan Wakil Bupati Henri Melki Simu (HMS) akan merekrut tenaga pendamping desa di bidang pertanian, peternakan, dan perikanan untuk memperkuat pembangunan sektor pangan di seluruh desa.

Kebijakan tersebut diumumkan Wakil Bupati Malaka, Henri Melki Simu saat memimpin Rapat Koordinasi Sarjana/Pemuda Pelopor Desa Kabupaten Malaka Tahun 2026 yang berlangsung di kediamannya di Betun, Kamis (30/7/2026).

Rapat dibagi dalam dua sesi. Sesi pertama diikuti kepala desa atau perwakilan desa dari Kecamatan Malaka Tengah, Kobalima, dan Kobalima Timur. Sementara sesi kedua yang dimulai pukul 14.00 WITA diikuti peserta dari Kecamatan Laenmanen, Malaka Timur, Botin Leobele, Sasitamean, dan Io Kufeu.

Dalam rapat tersebut, Wakil Bupati didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Kepala Dinas Perikanan, Sekretaris Dinas Pertanian, serta Sekretaris Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.

HMS menjelaskan, setiap desa akan memiliki satu tenaga pendamping yang direkrut sesuai potensi unggulan desa. Desa dengan potensi pertanian akan didampingi tenaga berlatar belakang pendidikan pertanian, desa dengan potensi peternakan akan didampingi lulusan peternakan, sedangkan desa yang memiliki potensi perikanan akan didampingi lulusan perikanan.

Khusus untuk bidang pertanian, pemerintah juga membuka kesempatan bagi lulusan Diploma III (D-III) Pertanian, selain lulusan sarjana, untuk mengikuti proses seleksi.

“Nantinya satu desa satu pendamping. Mereka bertugas mendampingi petani dalam budidaya, membantu penyebarluasan informasi dan inovasi pertanian, peternakan, maupun perikanan, serta memfasilitasi masyarakat dalam mengakses berbagai program dan bantuan pemerintah,” ujar HMS.

Selain bekerja mendampingi masyarakat di lapangan, para tenaga pendamping diwajibkan menyampaikan laporan kegiatan setiap hari dan mengikuti rapat koordinasi setiap akhir bulan sebagai bagian dari evaluasi kinerja.

Wakil Bupati menegaskan bahwa proses perekrutan akan dilakukan secara profesional melalui Dinas PMD Kabupaten Malaka dengan mengutamakan kompetensi dan kemauan bekerja.

“Kita rekrut orang yang mau kerja. Jangan karena pak desa punya orang, jadi direkrut, tapi setelah dapat kerja, tiap hari hanya duduk saja. Orang mau tegur juga tidak bisa karena keluarganya pak desa atau ibu desa. Prosesnya nanti di Dinas PMD, wawancara orang yang mau kerja,” tegas HMS.

Menurut HMS, program tersebut merupakan implementasi dari visi pembangunan SBS-HMS yang menempatkan sektor pertanian sebagai prioritas utama. Sekitar 90 persen masyarakat Kabupaten Malaka berprofesi sebagai petani sehingga diperlukan tenaga pendamping yang mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.

Ia menegaskan, Kabupaten Malaka memiliki lahan pertanian yang luas dan subur sehingga harus dimanfaatkan secara optimal.

“Tidak boleh lagi ada masyarakat yang lapar di atas tanah Malaka yang subur ini. Karena itu, pemerintah harus hadir melalui tenaga pendamping yang bekerja langsung bersama petani di desa,” katanya.

Program ini juga diharapkan membuka peluang kerja bagi lulusan perguruan tinggi asal Malaka agar ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan dapat diterapkan secara langsung untuk membangun desa.

Pendanaan tenaga pendamping desa tersebut akan bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD), sedangkan mekanisme pendaftaran dan seleksi akan diumumkan lebih lanjut oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Malaka.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RaebesiNews.Com

+ Gabung

Exit mobile version