RAEBESINEWS.COM – Pemerintah Desa Wehali, Kecamatan Malaka Tengah, terus menunjukkan komitmen dalam menjaga kebersihan lingkungan kota dengan menggelar aksi kerja bakti secara rutin.
Dua pasar besar di Kota Betun menjadi sasaran utama kegiatan ini: Pasar Beiabuk yang beroperasi setiap hari, serta Pasar Mingguan yang selalu padat setiap hari Sabtu.
Baca Juga: Jaga Wajah Kota Kabupaten, Kades Wehali Pimpin Langsung Aksi Bersih Jalan Setiap Jumat
Dipimpin langsung oleh Kepala Desa Yohanes Robby Tey Seran, aparat desa bersama warga turun tangan membersihkan area pasar dari tumpukan sampah yang terus bertambah.
Kegiatan ini dilakukan secara berkala setiap Jumat dan Sabtu, dengan fokus pembersihan sesuai jadwal masing-masing pasar.
Pasar Beiabuk: Fokus Jumat
Pasar Beiabuk merupakan pasar tradisional terbesar di Kabupaten Malaka yang beroperasi setiap hari. Dengan aktivitas jual beli yang berlangsung tanpa henti, volume sampah di pasar ini tergolong tinggi, terutama sampah plastik dan organik.
Baca Juga: Pemkab Malaka Perbaiki Jalan Rusak Demi Kenyamanan Masyarakat
“Kami jadikan hari Jumat sebagai momen tetap untuk membersihkan Pasar Beiabuk. Ini sudah menjadi agenda mingguan desa,” ujar Kepala Desa Yohanes Robby Tey Seran.
Ia menambahkan bahwa pemerintah desa telah menyiapkan beberapa kotak sampah untuk memudahkan pengelolaan sampah sementara.
Pasar Mingguan: Fokus Sabtu
Sementara itu, Pasar Mingguan yang ramai setiap Sabtu turut menjadi perhatian. Pasar ini menjadi pusat keramaian warga dari berbagai penjuru Malaka, sehingga sampah menumpuk lebih cepat.
Baca Juga: 5 Daerah Tersubur di NTT, Cek Daerah Kamu !
“Sabtu adalah hari tersibuk. Sampah bisa dua kali lebih banyak dari hari biasa. Maka kami turun langsung untuk bersihkan pasar mingguan juga,” jelas Sekretaris Desa Wehali, Usfinit.
Dukungan dan Harapan Warga
Aksi bersih-bersih yang dilakukan dua kali seminggu ini disambut baik oleh para pedagang dan pengunjung pasar. Mereka berharap ada dukungan tambahan dari pemerintah daerah, khususnya dalam hal penyediaan kontainer sampah dan armada pengangkut.
“Kami sangat mendukung. Tapi akan lebih baik kalau pemerintah kabupaten juga ikut bantu, karena jumlah sampah terus bertambah,” ungkap Yustinus Klau, pedagang sembako di pasar mingguan.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
