RaebesiNews.com – Masyarakat Desa Motaain Kecamatan Malaka Barat, menilai Kades Ambrosius Klau arogan dan tidak punya nurani.
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Markus Atok warga Desa Motaain, yang mengalami langsung apa yang dilakukan Kades Ambrosius Klau terhadap diri dan keluarganya.
“Kepala Desa Motaain tidak punya hati nurani. Saya ini hanya butuh tanda tangannya saja untuk keperluan pendidikan anak. Tapi surat keterangan ekonomi lemah itu dari bulan Juni hingga kini belum ditandatangani oleh kepala desa,” ujar Markus Atok, Senin (05/08/2024).
Sementara itu, Kades Ambrosius Klau yang ditemui anggota DPRD aktif Kabupaten Malaka, Henri Melki Simu, mempunyai alasan tersendiri.
Menurut Ambrosius Klau, dirinya tidak menandatangani surat keterangan ekonomi lemah itu karena Markus Atok tidak pernah aktif dalam kegiatan kerja bakti di desa.
Alasan Kades Ambrosius Klau ini dibantah langsung oleh Henri Melki Simu.
“Tidak bisa begitu pak desa. Dia hanya butuh tanda tangan surat keterangan ini saja kenapa dipersulit? Ini urgent dan desa wajib hukumnya bantu. Alasan pak desa itu tidak dapat diterima,” ujar Henri Melki Simu.
“Dia ini kerja cari uang. Kalau dia tidak aktif kerja bakti di kantor desa, kita tidak boleh paksa,” tambah Henri Melki Simu.
Perdebatan di ruangan kantor desa Motaain itu cukup alot. Namun sayangnya, tidak ada hasil yang diperoleh. Kades Motaain, belum mau melakukan tanda tangan surat keterangan ekonomi lemah tersebut.
” Kepala desa tidak punya hati nurani. Kades arogan,” imbuh Markus Atok.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
