Klarifikasi Camat Laenamanen Ferdy Maan Soal Video Viral Perdebatan Di Warung Makan Bundo Kandong

Reporter : Frido Umrisu Raebesi Editor: Redaksi RaebesiNews.com
file_00000000e4488207a7c96cce0df0f3d4

RaebesiNews.com – Camat Laenamanen, Kabupaten Malaka, Ferdy Maan memberikan klarifikasi terkait video yang memperlihatkan dirinya terlibat perdebatan dengan seorang guru bernama Decky Klau di Warung Makan Bundo Kandong, Betun, beberapa hari lalu.

Video tersebut kemudian beredar di media sosial dan menjadi perhatian publik.

Menurut Ferdy Maan, kejadian bermula ketika dirinya datang ke Warung Makan Bundo Kandong untuk memesan makanan. Namun, saat itu situasi di warung sedang diwarnai persoalan terkait pencarian sebuah dompet yang disebut hilang.

Ferdy menjelaskan, Decky Klau saat itu sedang meminta untuk melihat rekaman CCTV karena menduga dompet miliknya jatuh atau hilang di sekitar warung tersebut.

Rekaman CCTV kemudian diperiksa. Namun, menurut Ferdy, dari rekaman yang diperiksa saat itu tidak ditemukan bagian yang memperlihatkan dompet tersebut jatuh.

“Saya datang sebenarnya mau pesan makan. Tetapi saat itu masih ada persoalan CCTV, sehingga saya menunggu,” jelas Ferdy.

Menurut Camat, Terjadi Perdebatan Saat Persoalan Memori CCTV

Menurut Ferdy Maan, perdebatan kemudian terjadi setelah Decky Klau disebut memaksa untuk mengambil atau membuka memori CCTV yang digunakan untuk menyimpan rekaman.

Ferdy yang kebetulan berada di lokasi kemudian menyarankan agar tindakan tersebut tidak dilakukan secara sepihak. Menurutnya, apabila Decky Klau merasa dompetnya benar-benar hilang dan ingin memastikan rekaman CCTV secara lebih lengkap, persoalan tersebut sebaiknya diserahkan kepada pihak kepolisian.

“Kalau memang mau buka lagi CCTV, silakan lapor polisi. Biar polisi yang datang dan melakukan pemeriksaan,” ujar Ferdy.

Ferdy menilai pemeriksaan terhadap perangkat atau memori CCTV seharusnya dilakukan melalui prosedur yang tepat dan dengan sepengetahuan pihak yang memiliki perangkat tersebut.

Ia mengatakan, dirinya tidak bermaksud menghalangi upaya pencarian dompet milik Decky Klau. Namun, menurutnya, tindakan mengambil atau memeriksa memori CCTV secara sepihak justru dapat menimbulkan persoalan baru.

Video Yang Beredar Dinilai Tidak Menggambarkan Keseluruhan Kronologi

Ferdy mengakui bahwa dalam perdebatan tersebut dirinya juga sempat membalas perkataan Decky Klau. Namun, ia menilai video yang kemudian viral hanya memperlihatkan bagian pertengahan dari kejadian dan tidak menampilkan bagaimana persoalan tersebut bermula.

“Saya pikir persoalan itu sudah selesai. Kami sudah bicara dan selesai di tempat. Tetapi ternyata ada rekaman yang kemudian diviralkan,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan dirinya merasa tersinggung karena mendapat perkataan yang dianggap tidak pantas di hadapan orang lain.

Ferdy menegaskan bahwa dirinya datang ke warung tersebut hanya untuk makan. Namun, karena persoalan CCTV masih berlangsung, dirinya dan orang-orang yang bersamanya akhirnya harus menunggu sebelum dapat memesan makanan.

Camat Sarankan Persoalan CCTV Diselesaikan Melalui Polisi

Ferdy menilai apabila Decky Klau masih merasa kehilangan dompet dan belum puas dengan pemeriksaan CCTV, maka langkah yang paling tepat adalah melaporkan persoalan tersebut kepada pihak kepolisian.

Menurutnya, polisi dapat melakukan pemeriksaan terhadap rekaman CCTV, meminta keterangan pemilik warung, pelayan maupun orang-orang yang berada di lokasi saat kejadian.

“Saya tidak persoalkan kalau orang mau mencari dompetnya. Silakan lapor polisi kalau merasa belum puas. Polisi bisa datang dan melakukan pemeriksaan,” tegasnya.

Ferdy juga menyampaikan bahwa saat kejadian terdapat sejumlah orang yang mengetahui langsung peristiwa tersebut, termasuk pemilik warung dan para pelayan.

Ia berharap masyarakat tidak mengambil kesimpulan hanya berdasarkan potongan video yang beredar di media sosial.

Ferdy Sudah Memberikan Klarifikasi Kepada Pihak Terkait

Ferdy mengatakan dirinya telah memberikan penjelasan mengenai kronologi kejadian kepada Kepala Bagian Protokol yang menghubunginya setelah video tersebut beredar.

Ia menegaskan bahwa dirinya tidak bermaksud memperpanjang persoalan. Namun, menurutnya, klarifikasi perlu disampaikan agar publik mengetahui bahwa video yang beredar bukanlah rekaman keseluruhan kejadian.

“Saya hanya ingin menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi sejak awal. Pemilik warung, pelayan dan orang-orang yang ada di sana tahu bagaimana awal kejadiannya,” ujarnya.

Ferdy berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan secara baik-baik dan tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

Hingga berita ini ditulis, klarifikasi tersebut merupakan keterangan dari pihak Camat Laenamanen Ferdy Maan. Keterangan dari Decky Klau mengenai kronologi kejadian, termasuk terkait dugaan kehilangan dompet dan persoalan memori CCTV, tetap diperlukan agar pemberitaan mengenai peristiwa ini dapat disajikan secara berimbang.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RaebesiNews.Com

+ Gabung

Exit mobile version