RaebesiNews.com – Pemerintah Kabupaten Malaka kembali mengintensifkan dukungan terhadap sektor pertanian melalui pengerahan alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk program balik tanah gratis bagi masyarakat.
Program tersebut diarahkan tidak sekadar untuk mempercepat pengolahan lahan, tetapi juga meningkatkan produktivitas lahan, indeks pertanaman, dan ketahanan pangan di Kabupaten Malaka.
Bupati Malaka dr. Stefanus Bria Seran, MPH (SBS) menegaskan bahwa bantuan pengolahan lahan harus diikuti dengan kegiatan budidaya pertanian. Lahan yang telah dibalik atau diolah tidak boleh dibiarkan menjadi lahan tidur.
SBS memberikan perhatian khusus terhadap petani yang pada tahun sebelumnya telah memperoleh layanan balik tanah gratis, tetapi tidak melanjutkan dengan penanaman jagung maupun komoditas pertanian lainnya.
“Bagi masyarakat yang tahun lalu tanahnya sudah dibalik tetapi tidak ditanam jagung dan tanaman lainnya, maka tahun ini tidak boleh dibalik lagi. Berikan kesempatan kepada orang lain yang benar-benar siap menanam,” tegas SBS.
Menurut Bupati, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan program pemerintah berjalan tepat sasaran dan berorientasi pada hasil. Pengolahan tanah merupakan tahap awal dalam rangkaian usaha tani, sehingga harus dilanjutkan dengan penanaman dan pemeliharaan tanaman.
Dengan demikian, manfaat intervensi pemerintah tidak berhenti pada kegiatan olah tanah, tetapi berlanjut hingga menghasilkan komoditas pangan yang dapat dikonsumsi maupun memberikan nilai ekonomi bagi petani.
Semua Elemen Diminta Awasi Lahan yang Sudah Diolah
Bupati SBS juga meminta keterlibatan seluruh jajaran pemerintahan di tingkat desa dan kecamatan untuk melakukan pengawasan sekaligus memberikan edukasi kepada petani.
Kepala desa dan aparat desa, camat serta seluruh staf kecamatan diminta memberikan perhatian terhadap pelaksanaan program balik tanah di wilayah masing-masing.
Mereka diharapkan ikut memastikan lahan yang telah memperoleh pelayanan alsintan benar-benar dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya.
“Semua elemen harus membantu mengawasi dan mengedukasi para petani agar tanah yang sudah diolah benar-benar ditanam. Para kepala desa, aparat desa, camat dan semua staf kecamatan harus beri perhatian terhadap program ini,” ujar SBS.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mendorong optimalisasi lahan pertanian sekaligus meningkatkan kesadaran petani mengenai pentingnya kesinambungan antara pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan hingga panen.
Balik Tanah Bukan Tujuan Akhir
Dalam perspektif pembangunan pertanian, kegiatan balik tanah merupakan bagian dari persiapan lahan untuk mendukung sistem budidaya tanaman. Karena itu, keberhasilan program tidak semata-mata diukur dari berapa banyak lahan yang telah diolah, tetapi juga dari berapa banyak lahan tersebut yang kemudian masuk dalam siklus produksi.
Bupati SBS menegaskan bahwa orientasi utama program tersebut adalah memastikan tanah yang tersedia dapat dimanfaatkan secara produktif untuk menghasilkan pangan.
“Kita pacul tanah ini supaya masyarakat Malaka tidak kekurangan makanan,” tegasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi dorongan agar masyarakat meningkatkan pemanfaatan lahan pertanian dengan mengembangkan komoditas pangan yang sesuai dengan kondisi agroekosistem setempat.
Peningkatan intensifikasi dan optimalisasi lahan diharapkan dapat memperkuat produksi pangan lokal serta mengurangi risiko kekurangan pangan di tengah masyarakat.
Program Pertanian SBS-HMS Tetap Berjalan
Pemerintah Kabupaten Malaka di bawah kepemimpinan SBS-HMS terus menempatkan sektor pertanian sebagai salah satu bagian penting dalam pembangunan daerah.
Dukungan terhadap petani melalui pelayanan alsintan, termasuk balik tanah gratis, diharapkan dapat membantu mengurangi beban biaya dan waktu dalam kegiatan persiapan lahan.
Namun, pemerintah juga menekankan pentingnya partisipasi dan tanggung jawab petani. Bantuan pengolahan lahan harus dimanfaatkan secara optimal dengan memastikan lahan segera ditanami dan dikelola hingga menghasilkan.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan petani, program pertanian diharapkan tidak hanya menghasilkan lahan yang terolah, tetapi juga meningkatkan luas tanam, produktivitas, produksi pangan dan kesejahteraan petani.
Pesan Bupati SBS pun jelas: lahan yang sudah dibantu untuk diolah harus dimanfaatkan untuk menghasilkan pangan. Jangan sampai tanah sudah dibalik, tetapi kembali menjadi lahan tidur.
Program pertanian SBS-HMS tetap eksis dan hadir untuk masyarakat Malaka, dengan tujuan akhir bukan sekadar mengolah tanah, tetapi memastikan tanah tersebut produktif dan mampu menghasilkan pangan bagi masyarakat.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RaebesiNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
