Kapus Weliman Hendriana Wangge Gerakkan Kolaborasi Lintas Sektor, Siapkan Rujukan ODGJ yang Dipasung Selama 4 Tahun di Desa Haliklaran

Reporter : Frido Umrisu Raebesi Editor: Redaksi RaebesiNews.com
file_00000000114c8211830bcb6dbd3b68d7
Kapus Weliman Hendriana Wangge Gerakkan Kolaborasi Lintas Sektor, Siapkan Rujukan ODGJ yang Dipasung Selama 4 Tahun di Desa Haliklaran

RaebesiNews.com – Kepedulian terhadap kesehatan jiwa kembali ditunjukkan oleh Puskesmas Weliman, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur. Bersama unsur kepolisian, pemerintah desa, keluarga, dan masyarakat, tim kesehatan turun langsung ke Desa Haliklaran untuk membantu seorang warga dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang telah mengalami pemasungan selama kurang lebih empat tahun.

Di bawah koordinasi Kepala Puskesmas Weliman, Hendriana M.L. Wangge, A.Md.KG., upaya penanganan dilakukan melalui pendekatan persuasif, edukasi kepada keluarga, serta koordinasi lintas sektor guna mempersiapkan rujukan pasien ke Rumah Sakit Jiwa Naimata di Kupang.

Saat ini, proses rujukan masih dalam tahap persiapan dan pasien direncanakan diberangkatkan dalam waktu dekat. Langkah ini menjadi harapan baru bagi pasien dan keluarga untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih layak dan penanganan medis yang dibutuhkan.

Kondisi Pasien Memprihatinkan, Membutuhkan Perawatan Intensif

Dalam kunjungan tersebut, tim Puskesmas Weliman yang terdiri dari Kapustu Malawain, penanggung jawab program kesehatan jiwa, serta koordinator klaster manajemen turun menggunakan ambulans untuk melakukan pendekatan kepada keluarga pasien.

Berdasarkan keterangan tim kesehatan, pasien berusia sekitar 40-an tahun tersebut telah dipasung selama empat tahun. Menurut penjelasan keluarga, pemasungan dilakukan dengan alasan menjaga keamanan setelah sebelumnya dilaporkan terjadi perilaku kekerasan terhadap anggota keluarga dan orang-orang di sekitarnya.

Kondisi pasien kini sangat memprihatinkan. Setelah bertahun-tahun mengalami pemasungan, kondisi fisiknya mengalami penurunan, termasuk pengecilan otot pada kaki dan tangan. Padahal, pasien masih berada pada usia produktif dan berpotensi memperoleh kembali kemampuan untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri melalui perawatan medis dan rehabilitasi yang sesuai.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius tim kesehatan karena pasien membutuhkan penanganan intensif, tidak hanya untuk kesehatan jiwanya, tetapi juga untuk pemulihan kondisi fisiknya.

Pendekatan Persuasif, Keluarga Akhirnya Menyetujui Rujukan

Salah satu tantangan utama dalam penanganan pasien adalah keterbatasan kemampuan keluarga. Ibu kandung pasien disebut telah lama menginginkan anaknya memperoleh perawatan, tetapi terkendala biaya transportasi menuju rumah sakit jiwa serta kekhawatiran terhadap keselamatan selama proses perjalanan dan pendampingan.

Melihat kondisi tersebut, tim Puskesmas Weliman memberikan edukasi dan penjelasan kepada keluarga mengenai pentingnya penanganan medis serta proses rujukan yang akan dilakukan.

Pasien direncanakan diberangkatkan menggunakan ambulans dengan pendampingan tenaga kesehatan, kepolisian, dan keluarga menuju Rumah Sakit Jiwa Naimata di Kupang.

Tim juga menjelaskan dukungan yang akan diupayakan melalui koordinasi lintas sektor untuk membantu mengatasi kendala yang selama ini dirasakan keluarga.

Melalui pendekatan persuasif tersebut, keluarga akhirnya menyatakan kesediaan untuk melanjutkan proses rujukan. Saat ini, tim sedang mempersiapkan dokumen persetujuan tindakan atau informed consent sebagai bagian dari prosedur pelayanan sebelum pasien diberangkatkan.

Polsek dan Pemerintah Desa Ikut Ambil Bagian

Upaya penanganan ini tidak dilakukan oleh tenaga kesehatan sendirian. Puskesmas Weliman berkoordinasi dengan Polsek Weliman, pemerintah desa, keluarga, serta unsur masyarakat setempat.

Keterlibatan berbagai pihak menjadi penting untuk mendukung proses rujukan yang aman, terkoordinasi, serta memperhatikan kebutuhan pasien dan keluarganya.

Setelah pasien menjalani perawatan, koordinasi lanjutan juga direncanakan bersama lintas sektor, termasuk Dinas Sosial dan pihak terkait, apabila pasien nantinya dinyatakan siap pulang.

Pendampingan tidak berhenti pada proses rujukan. Dukungan setelah pasien kembali ke lingkungan tempat tinggalnya juga menjadi bagian penting agar proses pemulihan dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Masyarakat Diharapkan Tidak Mengucilkan Pasien

Selain mempersiapkan rujukan, tim Puskesmas Weliman menekankan pentingnya edukasi kesehatan jiwa kepada masyarakat.

Warga diharapkan memahami bahwa orang dengan gangguan jiwa membutuhkan perawatan, pendampingan, dan dukungan lingkungan. Apabila pasien nantinya kembali ke Desa Haliklaran, masyarakat diharapkan menerima dan mendukungnya tanpa stigma maupun pengucilan.

Pemulihan pasien membutuhkan kerja sama berkelanjutan antara tenaga kesehatan, keluarga, pemerintah, dan masyarakat. Perawatan medis perlu diikuti dengan rehabilitasi fisik, pendampingan sosial, serta pemantauan sesuai kebutuhan pasien.

Karena itu, edukasi kepada masyarakat menjadi bagian penting dari persiapan, bahkan sebelum pasien diberangkatkan menuju rumah sakit jiwa.

Kesehatan Jiwa Adalah Tanggung Jawab Bersama

Dalam keterangannya, perwakilan tim kesehatan menyampaikan apresiasi kepada keluarga pasien, pemerintah desa, Kecamatan Weliman, Polsek Weliman, serta masyarakat yang telah mendukung upaya penanganan tersebut.

Ia menegaskan bahwa kesehatan jiwa harus menjadi perhatian bersama karena persoalan tersebut masih kerap terabaikan.

“Harapan terbesar kami adalah masyarakat Weliman sehat jiwa dan raga. Ini menjadi tugas kita semua, bukan hanya tenaga kesehatan, tetapi juga seluruh lintas sektor terkait, termasuk masyarakat,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Pesan ini menegaskan bahwa pelayanan kesehatan jiwa bukan semata-mata tugas tenaga medis, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar warga yang membutuhkan pertolongan dapat memperoleh pelayanan secara layak.

Membuka Harapan Baru bagi Pasien dan Keluarga

Kasus pemasungan selama empat tahun ini menjadi pengingat bahwa warga dengan gangguan jiwa membutuhkan akses terhadap pelayanan kesehatan, perlindungan, dan pendampingan yang manusiawi.

Pemasungan bukan solusi jangka panjang. Penanganan medis, rehabilitasi, dukungan keluarga, dan penerimaan masyarakat merupakan bagian penting dalam membuka kesempatan pemulihan bagi pasien.

Upaya Puskesmas Weliman bersama Polsek Weliman, pemerintah desa, keluarga, dan masyarakat diharapkan menjadi contoh pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menangani persoalan kesehatan jiwa di Kabupaten Malaka.

Kini, harapan keluarga tertuju pada proses rujukan yang sedang dipersiapkan. Dengan dukungan berbagai pihak, pasien diharapkan segera memperoleh penanganan yang tepat, menjalani proses pemulihan, dan memiliki kesempatan untuk kembali menjalani kehidupan secara lebih bermartabat.

Kepedulian bukan hanya tentang membawa pasien ke rumah sakit, tetapi juga memastikan ia mendapatkan kesempatan untuk pulih, diterima, dan didampingi oleh keluarga serta masyarakat.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RaebesiNews.Com

+ Gabung

Exit mobile version