RAEBESINEWS.COM – Jumat pagi, saat kabut tipis masih menggantung di lereng bukit Desa Angkaes, puluhan warga sudah berkumpul di pinggir jalan utama desa.
Mereka membawa parang, cangkul, dan sapu lidi. Di antara mereka, tampak sosok Penjabat Kepala Desa Angkaes, Paulus Bria, S.Ag., berdiri dengan pakaian kerja sederhana, siap turun tangan bersama warganya.
Hari itu, desa yang terletak di Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka, memulai kegiatan kerja bakti massal membersihkan bahu jalan.
Semak belukar yang mulai menjalar ke badan jalan, tumpukan sampah di parit, serta rumput liar yang menghalangi pandangan pengendara menjadi target utama.
“Kami tidak ingin menunggu musim hujan datang lalu baru kelabakan. Kerja bakti ini bukan hanya soal kebersihan, tapi juga bentuk kepedulian terhadap keselamatan warga,” ujar Paulus Bria di sela-sela kegiatan, sambil menyeka keringat dari dahinya.
Kegiatan ini merupakan inisiatif pemerintah desa sebagai bagian dari gerakan kolektif membangun kesadaran lingkungan di tengah masyarakat.
Paulus Bria, yang baru beberapa waktu menjabat sebagai penjabat kepala desa, mengaku ingin membangun kembali semangat gotong royong yang perlahan memudar.
“Saya percaya, pembangunan yang berkelanjutan itu bukan hanya soal infrastruktur fisik, tapi juga soal karakter dan nilai kebersamaan. Kalau bahu jalan saja bisa kita bersihkan bersama, saya yakin jalan menuju kemajuan juga bisa kita tempuh bersama,” katanya penuh semangat.
Respon Warga: Kepemimpinan yang Hadir dan Menginspirasi
Langkah Paulus Bria mendapat respons positif dari berbagai kalangan. Yohanis Seran, tokoh masyarakat setempat, menyebut kegiatan ini sebagai “angin segar” di tengah kejenuhan warga terhadap kepemimpinan desa yang selama ini dianggap pasif.
“Kami sudah lama tidak melihat kepala desa yang benar-benar hadir dan bekerja bersama masyarakat seperti ini. Bukan cuma memerintah dari kantor, tapi benar-benar memimpin dengan memberi contoh,” ujarnya.
Baca Juga: Kades Fahiluka Pimpin Aksi Bersih Jalan: Wujud Nyata Komitmen untuk Desa Wisata
Sementara itu, ibu-ibu dari kelompok PKK Desa Angkaes juga turut ambil bagian. Maria Klau, seorang ibu rumah tangga merasa bangga bisa terlibat langsung.
“Bersih-bersih ini bukan cuma tugas laki-laki. Perempuan juga punya andil besar dalam menjaga lingkungan. Lagipula, kalau jalan bersih, anak-anak juga aman saat pergi sekolah,” katanya sambil tersenyum.
Baca Juga: Pemdes Wehali Gencar Bersihkan Dua Pasar di Kota Betun: Beiabuk dan Pasar Mingguan Jadi Fokus
Membangun Desa dari Hal-Hal Sederhana
Kegiatan kerja bakti ini akan dilaksanakan secara berkala di setiap dusun. Pemerintah desa berencana menjadikan gerakan bersih desa sebagai agenda tetap, khususnya menjelang musim hujan, untuk mengantisipasi risiko banjir dan kecelakaan lalu lintas akibat saluran tersumbat atau pandangan yang terhalang semak belukar.
Selain itu, desa juga mendorong warganya untuk menanam pohon peneduh di sepanjang jalan dan menjaga kebersihan lingkungan rumah masing-masing.
Baca Juga: Pemkab Malaka Perbaiki Jalan Rusak Demi Kenyamanan Masyarakat
“Pembangunan desa bukan hanya soal proyek. Kerja bakti ini sederhana, tapi efek sosialnya besar. Kami sedang menanam kepercayaan dan harapan, bukan sekadar membersihkan jalan,” tutur Paulus Bria sebelum mengakhiri kegiatan dengan doa bersama.
Saat matahari mulai tinggi dan keringat membasahi tubuh, satu hal menjadi jelas: di Angkaes, pembangunan dimulai dari semangat gotong royong, dipimpin oleh seorang penjabat yang memilih turun ke tanah, bukan sekadar duduk di kantor.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
